Pilkada Solo 2020

KPU Menimbang Desember 2020, Wali Kota Solo FX Rudy Lebih Cocok Jika Pilkada Serentak Digelar 2021

Saat ini, lanjut Rudy, Pemkot Solo tidak bisa memberikan suntikan dana lantaran anggaran telah difokuskan untuk penanganan Covid-19.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
ILUSTRASI PILKADA : Bendera partai peserta Pemilu 2014 memenuhi pinggiran flyover Pramuka mengarah ke Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (4/4/2014). Selain merusak keindahan kota, jajaran bendera partai di pinggir jalan ini membahayakan bagi pengendara jika kayu penyangga terjatuh. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mempertimbangkan penundaan Pilkada Serentak 2020 untuk daerah-daerah yang nihil anggaran bagi pembelian alat pelindung diri (APD).

Penundaan tersebut bisa dilakukan secara lokal ataupun keseluruhan berdasar regulasi yang ada.

Di antaranya, UU Nomor 10 Tahun 2016 yang memperbolehkan adanya penundaan Pilkada secara lokal dan Perppu Nomor 2 Tahun 2020 soal penundaan nasional.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menilai penundaan itu lebih baik lantaran anggaran penyelenggaraan Pilkada bisa lebih optimal.

Ada Kader yang Membelot & Tak Taat Intruksi DPC PDIP Solo Agar Dukung Purnomo, Begini Respon FX Rudy

Ada Gerakan Kadernya Tolak Purnomo & Dukung Gibran, Ketua DPC PDIP Solo FX Rudy : Ada Maunya Kok

"Kalau memang KPU dan petugas-petugasnya punya kekhawatiran terpapar Covid-19, menurut saya layak ditunda menjadi 2021," kata Rudy, Sabtu (27/6/2020).

"Sekalian anggaran dipenuhi karena 2021 juga masih dalam kondisi pandemi Corona," tambahnya.

Saat ini, lanjut Rudy, Pemkot Solo tidak bisa memberikan suntikan dana lantaran anggaran telah difokuskan untuk penanganan Covid-19.

"Ora nduwe duit tenan (sungguh-sungguh tidak punya uang)," tuturnya.

Meski begitu, Pemerintah Kota Solo telah memberikan sejumlah alat pelindung diri (APD) untuk membantu para petugas KPU dalam menjalankan tiap tahapan Pilkada.

DPR Sebut Dunia Pendidikan Indonesia dalam Kondisi Darurat Gara-gara Covid-19

"Pemberian APD karena memang kami tidak mampu untuk membantu anggaran sehingga kita mempunyai bantuan APD yang selama ini diperbantukan dari beberapa instansi Pemkot Solo," tuturnya.

Rudy belum bisa memastikan kesiapan pelaksanaan tahapan Pilkada Solo 2020 lantaran menjadi kewenangan KPU daerah.

"Belum tahu yang bisa memutuskan KPY sebagai penyelenggara Pemkot, kalau Pemkot bisanya memberikan dukungan-dukungan saja," pungkasnya. (*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved