Breaking News:

Berita Sukoharjo Terbaru

Idul Adha 2020, Dispertan Sukoharjo Tak Lakukan Swab Test untuk Hewan Kurban

"Kita tidak melakukan swab test untuk hewan kurban," kata Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispertan Sukoharjo, Yuli Dwi Irianto.

Penulis: Agil Tri | Editor: Ilham Oktafian
TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, Yuli Dwi Irianto, Selasa (23/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Idul Adha 2020 di Sukoharjo akan berlangsung berbeda dari tahun sebelumnya, hal tersebut berkait dengan keadaan pandemi corona.

Meski begitu, Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Sukoharjo tidak berencana melakukan pemeriksaan swab test kepada hewan kurban.

Dapat Dukungan dari Gerindra,PKS dan PAN, Joko Paloma Pede Parpol Lain akan Segera Merapat

Sempat Ditutup, Pasar Hewan di Mojolaban Sukoharjo Dibuka Kembali untuk Persiapan Idul Adha

Anak di Nguter Sukoharjo Alami Kelumpuhan Saraf Otak, Kapolres Sukoharjo Turun Beri Bantuan

Hal tersebut diungkapkan Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispertan Sukoharjo, Yuli Dwi Irianto, saat dikonfirmasi TribunSolo.com, Minggu (28/6/2020).

"Kita tidak melakukan swab test untuk hewan kurban," katanya.

Sejauh ini, Dispertan sudah mulai memantau sejumlah hewan kurban menjelang hari raya Idul Adha 2020.

Pemantauan hewan kurban dilakukan disejumlah peternak dan pengepul sapi di Kabupaten Sukoharjo.

Pemantauan dan pemeriksaan ini akan terus dilakukan hingga pelaksanaan hari raya Idul Adha 2020 yang jatuh pada 31 Juli mendatang.

"Kita sisir para peternak, pengepul, dan pedagang dari data yang kita punya." ucapnya.

"Agar hewan kurban yang berasal dari Kabupaten Sukoharjo dalam kondisi sehat dan tidak ada cacing," jelasnya.

Dia mengatakan, pemeriksaan akan lebih intensif lagi saat mendekati hari raya Idul Adha 2020, dengan pengecekan keseluruh pedagang hewan kurban.

"Pas hari H, kita akan lakukan sidak untuk memastikan kondisi hewan ternak sebelum dan sesudah disembelih dalam kondisi layak konsumsi," terangnya.

Sementara untuk distribusi Sapi keluar kota atau luar provinsi, Yuli mengatakan pengirimannya harus dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang dikeluarkan Dispertan Sukoharjo.

"Untuk hewam yang mau dikirim ke luar provinsi, kita akan cek kesehatannya, dan kalau layak kita buatkan SKKH," kata dia.

"Tapi kalau lalu lintas penjualannya masih di wilayah Solo Raya, tidak perlu," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved