Pengedar Upal di Klaten

Begini Tanggapan BI Terkait Uang Palsu di Klaten : Kualitasnya Sangat Rendah, Masih Amatiran

"Barang bukti yang ditemukan, kualitasnya sangat rendah sekali, kualitas kertasnya juga rendah, terlihat mereka masih belajar alias coba-coba,"

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu menunjukkan upal Rp 100 ribuan saat menggelar jumpa pers di Polres Klaten, Senin (29/6/2020) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN –  Pihak Bank Indonesia (BI) cabang Surakarta ikut berkomentar terkait penangkapan pelaku pengedar uang palsu di Klaten pada Senin (29/6/2020).

Kepala Unit Pengelolaan Uang Rupiah (PUR) BI cabang Surakarta mengatakan jika kualitas uang palsu tersebut sangat rendah, dan terkesan amatiran.

"Barang bukti yang ditemukan, kualitasnya sangat rendah sekali, kualitas kertasnya juga rendah, terlihat mereka masih belajar alias coba-coba," ucap Purwanto.

Ia mengatakan untuk mengetahui uang tersebut palsu atau tidak, itu sangat mudah melalui pola 3D.

"Uang ini sangat mudah dipastikan palsu dengan metode dilihat, diraba dan diterawang atau 3D," kata Purwanto.

Purwanto menjelaskan untuk metode dilihat, terjadi banyak perbedaan cukup menonjol

Jika dilihat dari perbedaan uang asli dan uang palsu dari pelaku, uang palsu tersebut terlalu gelap, tidak secerah dengan aslinya.

"Selain itu, di uang resmi dari BI terdapat collor shifting, memang ada indikasi pembuatan, tetapi yang ini tidak berubah, karena dicetak hanya dengan satu warna saja, yang asli itu akan berubah warga apa bila dilihat dari sudut pandang lain," kata Purwanto.

Untuk metode diraba, dalam uang buatan BI, cetakan pada angka terasa dan ada kode untuk tuna netra.

"Kalo diraba, ada cetakan timbul di angka dan ada baris untuk blind code tuna netra, untuk pecahan 50 ribu, ada garis dua, begitupula dengan pecahan dibawahnya, ditambahkan garis," tutur Pur.

Sementara untuk diterawang, uang dari BI ada logo BI yang presisi, dan sama.

"Untuk uang yang mereka tidak seperti aslinya, tidak presisi dan sama, dan ttanda air dalam upal itu tidak ada," ujar Pur.

Dengan terungkapnya kasus tersebut, ia meminta untuk masyarakat untuk tetap teliti dalam menerima uang.

"Sebenarnya uang ini secara dicek dengan metode 3D sudah ketahuan ini palsu, namun sayangnya masyarakat tidak memeriksa uang yang ia dapatkan itu, harapannya masyarakat bisa lebih teliti dalam menerima uang dari siapa saja," harapnya. (*)

Penulis: Mardon Widiyanto
Editor: Ilham Oktafian
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved