Berita Sragen Terbaru
Sambut Musim Kemarau, BPBD Sragen Siapkan Droping Air
Antisipasi kekeringan di tahun ini, BPBD Kabupaten Sragen terus berkoordinasi dengan sejumlah CSR perusahaan hingga pengusaha untuk lakukan droping ai
TRIBUNSOLO.COM - Antisipasi kekeringan di tahun ini, BPBD Kabupaten Sragen terus berkoordinasi dengan sejumlah CSR perusahaan hingga pengusaha untuk lakukan droping air.
BPBD bahkan sudah melayangkan surat ke pengusaha untuk berpartisipasi dalam droping air di musim kemarau tahun ini.
Selain dengan CSR, BPBD Sragen juga beroordinasi dengan semua OPD dan SKPD terkait droping air.
"Seperti biasa kami melakukan lobi-lobi dengan temen-temen pengusaha yang kami minta partisipasi droping air," kata kepala BPBD Kabupaten Sragen, Sugeng Priyono, Jumat (3/7/2020).
• Bupati Sragen Perbolehkan Gedung SMS Digunakan untuk Hajatan Lagi, Ini Syaratnya
• Pecahkan Rekor MURI Buat 100 Poster Soal Corona, Pria Solo Ini Gratiskan Karyanya Diunduh Masyarakat
Selain itu, pihaknya juga telah mempersiapkan data yang valid kecamatan bahkan desa mana yang diperkirakan mengalami kekeringan.
Data 2019 ada sebanyak 7 kecamatan dan 42 desa yang mengalami kekeringan, Sugeng optimis tidak ada penambahan daerah karena Sragen diprediksi akan mengalami kemarau basah.
"Saya yakin tidak ada penambahan daerah yang kekeringan karena informasi dari BMKG bahwasanya tahun ini adalah kemarau basah, puncak dari kemarau ini akan jatuh di bulan Agustus moga-moga tidak tambah wilayahnya," paparnya.
Sugeng melanjutkan anggaran jumlah tangki dalam penanganan kekeringan tahun ini sebanyak 300 tangki.
Angka tersebut dikatakanya sangat kurang jika droping hanya dari Pemkab.
"BPBD harus luas networking kalau hanya berpacu pada anggaran saja tidak cukup makanya kita berusaha keras menyampaikan itu ke publis dalam arti pengusaha, CSR."
"Kalau tidak ada networking berat," katanya.
• Tolak Rancangan RUU HIP, Ratusan Pemuda Pancasila Geruduk Kantor DPRD Sukoharjo
• Kesaksian Pasutri Pelaku Curamor yang Bawa Anak 4 Bulan, Jadi Korban PHK Lalu Mencuri untuk Hidup
Sugeng menyampaikan jika CSR akan memberikan bantuan harus melalui BPBD.
Pihaknya akan memperlihatkan daerah mana yang membutuhkan droping air.
Termasuk di tahun politik, agar tidak digunakan sebagai kebutuhan kampanye pihaknya akan menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC).
"Yang mempunyai data data valid kan kami, kami juga punya tim reaksi cepat (TRC) yang akan mendeteksi kebutuhan yang ada di lokasi dan TRC kami itu non partisan parpol," katanya.
Sugeng menyampaikan pada 2019, telah melakukan droping sebanyak 6.500 tangki include dengan CSR perusahaan.
Sugeng menyampaikan hingga kini belum ada permintaan droping. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Kabupaten Sragen Diprediksi Kemarau Basah
Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: Daniel Ari Purnomo