Breaking News:

Kenapa Berpuasa di Hari Tasyrik Haram Hukumnya? Ini Penjelasannya

"Berpuasa di hari Tasyrik hukumnya haram, pada hari tersebut masyarakat muslim dapat menikmati hasil kurban," kata Anif, Sabtu (4/7/2020).

TRIBUNSOLO.COM/ADI SURYA
Ilustrasi: Panitia Kurban Masjid Agung Solo berusaha memisahkan daging dari tulang hewan kurban sebelum dibagikan kepada masyarakat, Minggu (11/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Masyarakat Indonesia khususnya Umat Islam bakal merayakan Idul Adha di tahun 2020 ini.

Ada berbagai pertanyaan dari masyarakat terutama bab puasa.

Bagaimana hukumnya jika ada yang berpuasa sunah di hari Tasyrik?

Kakek 62 Tahun Asal Karangnongko Klaten Sembuh dari Covid-19

Bukan di Sawah, Warga Tangerang Ini Tanam Padi di Teras Rumah, Beralaskan Keramik dan Diberi Pagar

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Klaten Anif Solikhin mengatakan, haram hukumnya jika melakukan puasa sunah di hari Tasyrik.

Dia mengatakan, pada hari tersebutlah, masyarakat muslim tidak boleh melaksanakan ibadah puasa.

Alasannya, pada tanggal 11,12,13 bulan Dzulhijjah, masyarakat muslim dapat menikmati hidup, terutama makan dan minum.

"Berpuasa di hari Tasyrik hukumnya haram, pada hari tersebut masyarakat muslim dapat menikmati hasil kurban," kata Anif, Sabtu (4/7/2020).

Anif lebih menganjurkan pada masyarakat yang ingin berpuasa agar melakukan puasa sunah sebelum perayaan Idul Adha tiba.

Terutama di tanggal 8 atau 9 bulan Dzulhijjah atau hari Arafah, dianjurkan bagi umat muslim melakukan ibadah puasa.

"Bagi umat Islam yang melakukan puasa Arafah, itu sangat dianjurkan," ucap Anif.

Anif mengatakan berpuasa disaat hari Arafah itu memperoleh pahala yang besar.

Selain itu, berpuasa di saat Arafah juga menghapuskan dosa setahun sebelumnya. (*)

Penulis: Mardon Widiyanto
Editor: Ryantono Puji Santoso
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved