Virus Corona
Cara Kendalikan Stres saat Harus Kerja di Luar Ruang ketika Pandemi, Simak 4 Tips Berikut Ini
Bagi masyarakat yang terpaksa bekerja di luar ruang tentu perlu adanya antisipasi ekstra agar tidak terpapar Covid-19.
Penulis: Naufal Hanif Putra Aji | Editor: Ryantono Puji Santoso
TRIBUNSOLO.COM - Menjelang new normal atau normal baru, beberapa pekerjaan sudah mulai melakukan aktivitasnya, meski menggunakan protokol kesehatan yang ditentukan.
Bagi masyarakat yang terpaksa bekerja di luar ruang tentu perlu adanya antisipasi ekstra agar tidak terpapar Covid-19.
• 5 Tips untuk Bangkit Kembali Setelah Terkena PHK di Tengah Pandemi, Jangan Fokus pada Keterpurukan
• Sudah 3 Hari Ditutup karena Corona, BTC Solo Sepi Bak Toko Mati, Tapi Pedagang Sempat Ambil Barang
Berbagai upaya telah disampaikan pemerintah untuk mencegah Covid-19, mulai dari memakai masker, mencuci tangan hingga menjaga jarak.
Namun, kekhawatiran tentu tetap dirasakan mengingat virus ini belum punya vaksinnya.
Kekhawatiran ini pun ternyata juga tidak baik pada jiwa seseorang.
Dikutip dari tayangan TribunNews, Dosen Psikologi Unair, Ike Herdiana, M.Psi, menjelaskan perlu adanya tindakan yang tepat dari masyarakat untuk menghadapi fenomena ini.
"Pada sebagian orang kondisi pandemi yang tidak pasti bisa membuat rasa frustasi, jadi ini perlu adanya tindakan yang tepat" jelasnya.
Ike menjelaskan ada beberapa hal yang perlu dilakukan masyarakat agar terhindar dari stres ketika bekerja di luar saat pandemi.
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah tetap menjaga protokol kesehatan.
"Kita tidak bisa kontrol orang lain, tapi kita bisa kontrol diri kita sendiri, kalau kita sudah disiplin melakukan protokol kesehatan saya rasa sudah baik dilakukan" jelasnya.
Sedangkan yang kedua, perlu menjaga pikiran untuk mengurangi pemikiran hal negatif.
"Kalau kita sudah melakukan protokol kesehatan seharusnya pikiran kita juga terkoneksi kedalam pikiran yang positif" ungkapnya.
Poin ketiga adalah perlu adanya pengelolaan emosi pada diri sendiri.
"Kalau perasaan negatif nanti ke tubuh juga berdampak tidak enak di tubuh, kemudian kalau perasaan positif nanti tubuh bisa jadi lebih tenang, jadi perlu ada pengelolaan emosi" ujar Ike.
Kemudian yang keempat, Ike menjelaskan perlu adanya rasa syukur pada diri seorang individu untuk terhindar dari masalah finansial.
"Rasa syukur bisa menimbulakan rasa positif" ungkapnya.
Ike menambahkan pentingnya menjaga perasaan bahagia juga bisa membuat imunitas seseorang tidak mudah turun.
• Hindari Penyebaran Virus Corona, Wisatawan Yang Sakit Dilarang Masuk Perkemahan Sekipan Karanganyar
Banyaknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) membuat masyarakat mengalami kondisi ekonomi yang sulit.
Dari sisi psikologi, Dosen Psikologi Unair, Ike Herdiana, M.Psi, menjelaskan perlu adanya sikap tenang dan berfikir positif soal kondisi saat ini.
"Pertama tetap tenang, kita coba berfikir jika kondisi ini tidak terjadi pada kita sendiri, tapi orang lain juga mengalami" jelasnya dari tayangan TribunNews, Kamis (16/7/2020).
Tips kedua perlu fokus pada apa yang akan dilakukan ketika kondisi saat ini.
"Jangan fokus pada keterpurukannya apalagi sampai menyalahkan orang atau pihak lain, " ujarnya.
Kemudian yang ketiga, Ike menjelaskan kepada masyarakat untuk tidak menarik diri atau minder dengan kondisi yang sekarang.
"Jangan minder, dan jangan merasa ini akhir dari dunia karena nanti bisa depresi" ucapnya.
Poin keempat adalah tetap menjaga komunikasi dengan keluarga maupun rekan kerja.
"Tetap harus solid, sama-sama berfikir apa yang bisa dilakukan kedepanya, jadi tetap jaga koneksi" ujar Ike.
Tips kelima yaitu perlu adanya apresiasi diri dengan bersyukur apa yang telah dilakukan saat ini.
"Jangan bandingkan dengan yang kemarin, jadi sekecil apapun tetap disyukuri, maka sedikit-sedikit akan bisa keluar dari problem itu" jelasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ilustrasi-perempuan-frustasi-depresi-stres_20160925_083824.jpg)