Breaking News:

Virus Corona

Kapan Vaksin Pertama Covid-19 Bisa Digunakan? Ahli Kesehatan WHO Beri Bocorannya

Meski sudah ada kemajuan, ahli dari WHO mengungkapkan vaksin baru akan siap digunakan paling cepat pada awal tahun 2021 mendatang.

Zhang Yuwei / XINHUA / Xinhua via AFP
Seorang staf menampilkan sampel vaksin Covid-19 yang tidak aktif di pabrik produksi vaksin China National Pharmaceutical Group Co., Ltd. (Sinopharm) di Beijing, ibukota China, 10 April 2020. 

TRIBUNSOLO.COM - Saat ini pembuatan vaksin Covid-19 mengalami perkembangan positif.

Meski sudah ada kemajuan, ahli dari WHO mengungkapkan vaksin baru akan siap digunakan paling cepat pada awal tahun 2021 mendatang.

Dikutip dari Channel News Asia, kepala program darurat WHO Dr Mike Ryan menyebut pihaknya tengah bekerja untuk memastikan distribusi vaksin yang adil untuk semua orang.

Update Corona Indonesia 23 Juli 2020: Kasus Positif Bertambah 1.906, Pasien Sembuh Bertambah 1.909

Begini Penampakan BTC Solo Setelah Ditutup Sepekan, Protokol Kesehatan Diperketat

Mike Ryan juga menyebut bahwa beberapa kandidat vaksin sudah berada di fase trial ketiga dan sejauh ini tidak ada yang gagal, dalam hal keamanan maupun kemampuan menghasilan respons imun.

"Realistisnya baru tahun depan kita mulai melihat orang-orang diberi vaksin," ujar Ryan di acara publik di media sosial, Rabu (22/7/2020).

 

Aubree Gordon, profesor epidemiologi di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Michigan, mengatakan hasil uji coba awal vaksin menunjukkan harapan.

"Hasil uji coba Fase 1 dan / atau Fase 2, sangat menjanjikan. Kami harus percaya hasil ini, tapi juga harus mengakui bahwa mereka tidak membuktikan vaksin itu efektif," katanya.

"Percobaan fase awal ini membahas keamanan dan apakah vaksin tersebut memunculkan respons kekebalan yang baik. Berita baiknya adalah kita memiliki beberapa vaksin yang telah atau sedang bergerak maju ke uji coba fase 3 - fase yang diperlukan untuk membuktikannya berfungsi untuk perizinan."

Amesh Adalja, sarjana senior di Pusat Keamanan Kesehatan Universitas Johns Hopkins, mengatakan "sulit untuk menarik kesimpulan tegas" dari hasil uji coba awal terlebih bahwa vaksin AstraZeneca-Oxford hanya "memiliki data hewan".

"Saya yakin kita akan mendapatkan vaksin COVID-19, hanya saja tidak yakin kandidat vaksin mana yang akan membuatnya menjadi senjata bagi masyarakat," tambahnya.

Halaman
1234
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved