Breaking News:

Idul Adha 2020

Bahaya Cuci Jeroan Hewan di Sungai, Bakteri Mengintai, Ini Dampaknya

Kebiasaan masyarakat yang mencuci kulit sapi atau jeroan hewan kurban di sungai atau aliran air irigasi ternyata berbahaya. Menurut Kepala Dinas Keseh

TRIBUNSOLO.COM/ AGIL TRI
Sejumlah masyartakat saat mencuci jeroan hewan di Sungai, Jumat (31/7/2020) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Kebiasaan masyarakat yang mencuci kulit sapi atau jeroan hewan kurban di sungai atau aliran air irigasi ternyata berbahaya.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, meski air di sungai atau aliran irigasi mengalir, namun tetap saja bukan air bersih.

Meski masyarakat di Kabupaten Sukoharjo sudah sangat jarang MCK di Sungai, namun aliran sungai masih dijadikan untuk membuang limbah manusia.

Belum lagi adanya limbah rumah tangga maupun industri yang dibuang ke sungai.

Hal ini berpotensi adanya bakteri Escherichia coli tetap masih tinggi.

"Untuk MCK saja tidak layak, apalagi digunakan untuk mencuci yang nantinya dikonsumsi," katanya Jumat (31/7/2020).

Gantikan Plastik, Kini Warga Klaten Gunakan Besek Bambu untuk Wadah Daging Kurban

Buntut Ibu Rumah Tangga Asal Manisrenggo Positif Covid-19, 13 Warga Terima Nasib Isolasi Mandiri

Kompetisi Masih Libur, Kiper Persis Solo Ini Rayakan Idul Adha Bersama Keluarga

Cucu Pakubuwono XII Siap Jadi Lawan di Pilkada Solo, Putra Jokowi Gibran : Selamat Berjuang

Yunia mengakui, pihaknya belum pernah mengambil air sungai di Sukoharjo untuk di uji laboratorium.

"Bakteri ini bisa mengganggu pencernaan, dan menimbulkan penyakit seperti diare dan sebagainya," jelasnya.

Yunia menyebut upaya terakhirnya adalah dengan cara memasak yang benar.

Hal ini untuk meminimalkan kandungan bakteri yang ada setelah proses pencucian di sungai.

"Masaknya harus benar, harus matang benar, tapi inipun hanya mengurangi, bukan untuk menghilangkan," ujar Yunia.

Ancaman bagi kesehatan bukan berhenti di situ saja, mengkonsumsi jeroan juga rentan mendapatkan gangguan kesehatan, seperti kolesterol tinggi.

Asupan kolesterol dari makanan yang berlebihan tentu bisa memicu masalah kolesterol tinggi, sehingga dapat menyebabkan pembuluh darah mengeras atau menyempit.

Mengkonsumsi jeroan juga memicu asam urat dan memicu diabetes mellitus tipe 2, obesitas dan membebani kinerja organ ginjal. (*)

Penulis: Ryantono Puji Santoso
Editor: Agil Tri
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved