Breaking News:

Pria India Ditahan Polisi, Dilaporkan Tuduhan Pemerkosaan Karena Lakukan Swab Corona di Alat Vital

"sejauh ini dia tidak mengajukan jaminan agar dibebaskan," jelas Opsir Wanjari seperti diberitakan Gulf News Jumat (31/7/2020).

TribunSolo.com/Adi Surya
ILUSTRASI : Warga tengah menjalani swab test untuk memastikan terpapar Corona atau tidak di halaman Balai Kota Solo, Sabtu (18/7/2020). 

TRIBUNSOLO.COM - Aksi bejat dilakukan seorang pria di India, sebab dia menggunakan modus tes swab pada alat vital perempuan. 

Akhirnya pria tersebut harus berurusan pada pihak yang berwajib. 

Pria itu dilaporkan ditahan atas tuduhan pemerkosaan, setelah melakukan tes swab untuk Covid-19 di vagina.

Shahrukh Khan Sudah Bintangi Puluhan Film Romantis, Begini Caranya Agar Sang Istri Tak Cemburu

Dieng Berdenyut Lagi, Sejumlah Objek Wisata Mulai Dibuka Seusai Dihantam Corona, Ini Penampakannya

Dalam keterangan kepolisian, lelaki itu diidentifikasi bernama Alpesh Deshmukh, dan merupakan teknisi untuk laboratorium rumah sakit milik pemerintah.

Pejabat polisi di Kantor Badnera, Punjab Wanjari kepada IANS menerangkan, Deshmukh segera dikirimkan sebagai tahanan pengadilan.

"sejauh ini dia tidak mengajukan jaminan agar dibebaskan," jelas Opsir Wanjari seperti diberitakan Gulf News Jumat (31/7/2020).

Insiden itu terjadi pada Selasa (28/7/2020), ketika korban bermaksud melaksanakan tes Covid-19 di Laboratorium Pengujian Perawatan Trauma (TCTL) di RS Pemerintah Badnera.

Perempuan yang merupakan pegawai sebuah pusat perbelanjaan itu disebut berkontak dengan koleganya yang ternyata positif tertular.

Jadi bersama dengan 20 orang lainnya, dia dikirim ke TCTL di Amravati untuk mengetahui apakah dirinya tertular virus corona atau tidak.

Setelah pemeriksaan, Deshmukh memanggil korban dan memberi tahu dia positif, Sehingga dibutuhkan tes lebih lanjut melalui saluran kencing.

Halaman
12
Editor: Ryantono Puji Santoso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved