Kisah Mbah Sogol Penjual Martabak Berusia 78 Tahun, Bermula dari Pasar Malam hingga Keliling Sendiri

Namanya, Sogol (78), warga Kampung Butuh RT 3 RW 3, Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, Kota Solo. Di usianya yang sudah uzur, ia masih semangat.

Tribunsolo.com
Sogol (78) tengah membuatkan pesanan martabak pelanggan di depan SD Warga, Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Selasa (21/7/2020). 

"Kalau awal itu untuk beli alat-alat dan sebagainya itu diumpamakan kalau sekarang sekitar Rp 2,5 juta," akunya.

Gerobak menjadi satu alat yang dibelinya waktu itu dan kini telah ganti sebanyak lebih dari sekali.

"Ini sudah tiga kali ganti sejak awal saya jualan mandiri," kata Sogol.

Solo mulai mendorong gerobangnya dari rumah kontrakannya berukuran kurang lebih 4 meter x 5 meter dari pukul 17.30 WIB.

Rute yang dilalui, aku Sogol, dari awal jaualan mandiri sampai sekarang masih sama.

"Kelilingnya itu dari Pasar Tanggul terus belok kanan kemudian ke kiri arah Nglipakan kemudian sampai Wonosaren," kata Sogol.

"Kemudian melewati Ledoksari sampai masuk ke Kepatihan lalu ke Margoyudan ke barat terus sampai ke Kepunton terus ke Widuran terus ke timur lagi sekalian pulang ke rumah," jelas dia.

Namun ia juga menyempatkan berhenti sejenak di depan SD Warga, Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Solo.

"Saya pulang ke rumah itu pukul 21.30 WIB, habis tidak habis saya pulang," ucapnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved