Berita Sragen Terbaru
Perguruan Silat Boleh Gelar Ritual pada Malam 1 Suro di Sragen, Begini Syarat yang Harus Dipenuhi
Maka Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati memberikan lampu hijau bagi para perguruan silat tersebut.
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Malam sakral bagi sebagian orang yakni 1 Suro tinggal menghitung hari.
Tak sedikit orang yang kemudian melakukan ritual pada malam tersebut, seperti yang biasanya dilakukan perguruan pencak silat di Kabupaten Sragen.
Terlebih 1 Suro yang jatuh 20 Agustus dimanfaatkan untuk pengukuhan anggota baru oleh hampir seluruh perguruan pencak silat.
Maka Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati memberikan lampu hijau bagi para perguruan silat tersebut.
• Lima Tersangka Narkoba Sukoharjo Ditangkap, Satu Diantaranya Wanita Umur 30 Tahun Nekat Jual Sabu
• Update Covid-19 Global 3 Agustus 2020: Lampaui Kasus Italia, Kini Arab Saudi Total 278.835 Kasus
Pasalnya Ssejauh ini sudah ada tiga perguruan pencak silat yang meminta izin kepadanya untuk menyelenggarakan pengukuhan anggota baru pada bilan Agustus dengan tanggal dan sistem serta mekanisme yang berbeda-beda.
"Saya izinkan namun dengan catatan tidak boleh dijadikan satu tempat. Satu tempat maksimal tidak lebih dari 250 -300 orang," terang Yuni dalam silaturahmi dengan pencak silat di Balai Desa Krikilan.
Yuni memberikan opsi untuk menggunakan gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) Sragen dengan kapasitas 500 orang dengan protokol kesehatan Covid-19.
Dirinya juga meminta kepada pihak panitia pengukuhan agar membuat barrier atau pembatas dengan jarak 100 meter dari gedung atau tempat yang digunakan.
"Saya juga minta agar ada barrier dengan jarak 100 meter, adanya barrier ini agar tidak terjadi kerumunan senior yang mungkin ingin memberikan support ke adik-adik," lanjut Yuni.
Tak lupa Yuni meminta agar seluruh perguruan pencak silat serta pendekar untuk senantiasa menjaga kondusifitas agar insiden yang terjadi di bulan suro lalu tidak terjadi.
"Sragen menjadi sorotan tersendiri di bulan suro jika ada kegiatan ada potensi keributan. Barangkali ada dari luar Sragen ingin suasana di Sragen panas, tidak ingin menjaga kondusifitas sehingga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.
• Daftar Promo Superindo Hari ini, Berlaku 3 - 6 Agustus 2020, Simak Berbagai Promonya Berikut
• Cerita di Balik Kambing Kurban Lari ke Atap Rumah Warga sebelum Disembelih, Begini Kronologinya
Yuni bahkan trauma dengan insiden yang menimpa Sragen tahun lalu dimana Brimob Polda Jateng diturunkan yang dipimpin Kapolda Jateng untuk mengawal keamanan Sragen.
"Kejadian tahun lalu brimob diturunkan dengan Kapolda tentu saya tidak inginkan itu, saya minta para pendekar agar menjaga Kamtibmas Sragen," katanya.
Pada kesempatan itu, Yuni juga meminta kepada perguruan silat untuk merawat patung atau tugu yang hingga kini telah menjadi kebanggaan tersendiri.
"Saya lihat beberapa patung seperti tidak terurus, disampingnya tumbuh rumput subur, beberapa juga patung sudah kusam ayo dirawat, bersolek menjelang kemerdekaan Indonesia 17 Agustus," ujarnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Bupati Sragen Izinkan Ritual Perguruan Silat 1 Suro, Ini Syaratnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/psht-latihan.jpg)