Menganal Cara Kerja Holeshot Device Ducati di Tengah Balapan, Quartararo Kesulitan Menggunakannya
Sebab, alat ini membantu untuk mengurangi resiko terjadinya roda depan terangkat atau wheelie. Sehingga, motor lebih baik dalam berakselerasi.
TRIBUNSOLO.COM - Perkembangan motor di dunia MotoGP terus dilakukan.
Di tengah segela keterbatasan yang diciptakan oleh regulasi, para pabrikan di MotoGP terus berinovasi.
• Jadwal MotoGP Ceko 2020, Pembalap Honda Pengganti Marc Marquez Siap Unjuk Gigi Kendarai RCV213V
Satu diantaranya adalah ride height system atau holeshot device.
Awalnya, alat tersebut hanya digunakan pada saat start.
Sebab, alat ini membantu untuk mengurangi resiko terjadinya roda depan terangkat atau wheelie. Sehingga, motor lebih baik dalam berakselerasi.
Terus berkembang, hingga akhirnya Ducati juga menggunakan alat ini di tengah balapan. Khususnya, pada saat motor keluar tikungan.
Danilo Petrucci, mengungkapkan, dirinya bisa menggunakan holeshot device atau ride height system di tengah balapan hingga tiga kali tiap dalam tiap putaran di Sirkuit Brno, Rep. Ceko.
• Marc Marquez Absen pada MotoGP Republik Ceska 2020, Ini Pembalap yang Ditunjuk Menggantikannya
"Di trek ini, kami lebih banyak menggunakannya, karena ada lebih banyak trek lurus dan area pengereman. Khususnya, karena lebih banyak area untuk berakselerasi," ujar Petrucci, dikutip dari Crash.net.
Untuk mengaktifkan alat tersebut, pebalap hanya perlu menekan tombol yang ada di setang. Tombol ditekan saat motor berakselerasi keluar tikungan.
"Kami menekan tombol ketika ada akselerasi panjang. Ketika sudah mulai membuka gas," kata Petrucci.
Bagian belakang motor menjadi lebih rendah ketika alat tersebut diaktifkan. Sehingga, pusat gravitasi juga semakin menurun dan mengurangi terjadinya wheelie.
Motor yang rendah juga mengurangi hambatan angin saat motor berada di kecepatan maksimum.
Di samping itu, stabilitas pengereman juga meningkat saat akan masuk tikungan.
"Ketika kami mengerem, motor menjadi lebih rendah, ada penurun ketinggian. Lalu, kami harus mengerem dengan keras untuk melepaskan alat teesebut. Sebab, dalam aturan tidak diizinkan menambah perangkat elektronik, semua bekerja secara mekanis," ujar Petrucci.
Petrucci menambahkan, Ducati menggunakan alat tersebut ketika ada kesempatan untuk akselerasi yang tinggi dan diikuti dengan area pengereman yang keras juga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/motogp-2020-dapat-berlangsung-di-asia.jpg)