Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Sukoharjo Terbaru

Dampak Kemarau Mulai Terasa di Sukoharjo, 2 Dukuh Krisis Air Bersih 

"Di Dukuh Watulumbung, kita sudah mulai dropping air pada 26 Juli lalu," katanya, Senin (10/8/2020).

Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Ryantono Puji Santoso
Istimewa
Dropping Air Bersih di kawasan Sukoharjo oleh BPBD Sukoharjo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - BPBD Kabupaten Sukoharjo mulai mendistribusikan bantuan air bersih kepada sejumlah warga.

Dropping air dilakukan lantaran di sejumlah tempat sudah mulai mengalami krisis air bersih pada musim kemarau ini.

Menurut Kepala BPBD Sukoharjo Sri Maryanto, sudah ada dua dusun yang telah diberikan bantuan air bersih.

Di Balik Temuan Sumur Bor Ajaib Gondangrejo : Bak Kutukan, Musim Hujan Pun Sulit Dapat Air Bersih

PDAM Solo Droping Air Bersih di 8 Titik Wilayah di Solo yang Terdampak Gangguan Proyek Transmisi

Yaitu di Dukuh Watulumbung, Desa Watubonang, Kecamatan Tawangsari, dan Dukuh Tegalmulyo, Desa Puron, Kecamatan Bulu.

"Di Dukuh Watulumbung, kita sudah mulai dropping air pada 26 Juli lalu," katanya, Senin (10/8/2020).

"Setiap minggu kita kirim 2 tengki air bersih," imbuhnya.

Jumlah cukup banyak, dikirim BPBD di Dukuh Tegalmulyo.

"Untuk di Dukuh Tegalmulyo, kita mulai dropping air tanggal 2 Agustus ini," ucapnya.

"Setiap minggu kita kirim 4 tengki air bersih," imbuhnya.

Dia menambahkan, hingga saat ini belum mendapatkan laporan lain terkait wilayah yang kekeringan lain.

Desa Rawan Kekeringan

Memasuki musim kemarau, sejumlah desa masih menjadi perhatian utama karena rawan kekeringan.

BPBD Sukoharjo sudah melakulan langka antisipasi, dengan menyiapkan 200 tengki air bersih.

Angka tersebut akan ditambah dari bantuan para stakeholder maupun CSR.

"Tahun lalu, total kita droping air sebanyak 1.076 tengki, dari BPBD 200 tengki, sisanya sumbangan dari CSR dan Stakeholder," terangnya.

Sri menambahkan, 17 Desa yang tersebar di Kecamatan Bulu, Weru, dan Tawangsari masih menjadi pantauan utama.

"Jika ada wilayah yang mulai mengalami kekeringan, masyarakat bisa lapor ke Balai Desa, yang nantinya akan diteruskan ke Kecamatan dan BPBD," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved