Berita Persis Solo

Persis Solo Buka Borok PT LIB yang Janjikan Subsidi Liga 2, Tetapi Jumlahnya Tak Sesuai Harapan

Ketiadaan penonton membuat PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) yang menaungi Liga 2 memberi sejumlah subsidi bagi klub peserta.

Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/@official.persissolo
Tim Persis Solo saat lawan Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo itu, Sabtu (11/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Ketiadaan penonton membuat PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) yang menaungi Liga 2 memberi sejumlah subsidi bagi klub peserta.

Jumlahnya pun beragam, mulai dari tahapan penyisihan grup hingga partai puncak.

Jika ditotal, klub yang berhasil menjuarai kompetisi akan mendapat subsidi sejumlah Rp 1,5 miliar.

Rupanya, banyak klub yang keberatan dengan jumlah subsidi yang ditetapkan PT LIB, salah satunya Persis Solo.

Ada Peraturan Mendikbud Baru, Banyak Sekolah di Sukoharjo yang Akan Tersendat Dapat Dana Bos Reguler

Liga 2 Resmi Dimulai 17 Oktober 2020, Persis Solo Optimis Bisa Promosi Liga 1

Laskar Samber Nyawa menilai jika subsidi yang diberikan tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan saat meeting beberapa bulan silam.

"Jumlahnya tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan," kata Manager Persis Solo, Hari Purnomo saat dihubungi TribunSolo.com pada Senin (10/8/2020).

"Makanya besok saat manager meeting kami ingin meminta tambahan, sesuai dengan kesepakatan awal," terangnya.

Persis Solo sendiri enggan mengungkapkan jumlah besaran yang dijanjikan PT LIB saat kompetisi digulirkan kembali.

Yang jelas, pertimbangan tersebut diambil lantaran pendapatan klub bergantung betul pada perolehan tiket penonton.

Berburu Pohon Serut dengan Ayahnya hingga ke Pelosok Hutan, Begini Kesan Pemain Persis Solo Gufroni

Berburu Pohon Serut dengan Ayahnya hingga ke Pelosok Hutan, Begini Kesan Pemain Persis Solo Gufroni

Senada dengan hal itu, Presiden Pasoepati Auliyo Haryo Suryo pun berpendapat jika LIB harus menaikkan jumlah subsidi bagi klub peserta.

"Kami berharap LIB berharap menyadari jika sebagian pendapatan klub adalah dari tiket penonton," ujarnya.

"Jika digelar tanpa penonton, harapannya paling tidak subisdi harus diberikan lebih banyak," terangnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved