Breaking News:

Pilkada Solo 2020

Pengakuan Warga Yang KTP-nya Dipalsu Buat Syarat Dukungan Bajo : Tahu Saat Tim Verifikasi ke Rumah  

Sebanyak 3 orang warga Solo mengaku kartu identitas penduduknya dipalsukan sebagai syarat dukungan pasangan bakal calon dari jalur independen.

Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com/Ilham Oktafian
Trisno Subagyo (50) saat konferensi pers pada Rabu (12/8/2020). warga Debegan RT 01 RW1, Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo tersebut mengaku seolah olah mendukung Bajo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sebanyak 3 orang warga Solo mengaku kartu identitas penduduknya dipalsukan sebagai syarat dukungan pasangan bakal calon dari jalur independen, Bagyo Wahyono - FX Supardjo

Trisno Subagyo (50), warga Debegan RT 01 RW1, Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo menjadi satu diantaranya.

Itu diketahui saat tim verifikasi faktual berkunjung ke kediamannya untuk memverifikasi.

Lebih-lebih, tahapan Pilkada Solo saat ini tengah memasuki verifikasi faktual syarat dukungan perbaikan pasangan calon perseorangan atau independen. 

Tahapan itu dilakukan sejak 9 Agustus sampai 15 Agustus 2020.

"Beberapa waktu lalu saya dikunjungi KPU," aku dia, Rabu (12/8/2020).

"Dinyatakan dalam kunjungan tersebut, saya masuk dukungan tim Independen Bajo," imbuhnya. 

Saat Gibran Panen Dukungan, Pasangan Tukang Jahit & Ketua RW Ini Diterpa Isu Pemalsuan Dokumen

Jadi Penantang Gibran, Bajo Curhat Ada yang Tega Menuduh Calon Boneka hingga Dikaitkan Sunda Empire

16.700 Berkas Dukungan Paslon Independen Bajo Lolos Verifikasi Administrasi, Bakal Tantang Gibran?

"Padahal saya tidak merasa mendukung," terangnya. 

Selama proses Pilkada 2020, ia tak sekalipun merasa memberi fotokopi KTP maupun surat dukungan sebagai prasyarat pendukung pasangan Bajo itu. 

"KTP saya difoto dan dicocokkan, ternyata sama persis dengan daftar dukungan tersebut," paparnya. 

Lantaran hal tersebut, ia mengaku amat merugi dengan klaim yang ditempuh Tim Pemenangan Paslon Bajo. 

"Pastinya kedepan saya tidak bisa mengikuti proses Pilkada kecuali koridor pendukungan Bajo," ujar Trisno. 

"Untuk menjadi saksi atau pengawas pihak manapun saya tidak akan bisa, jika petugas KPU tidak datang untuk memverifikasi," tutur dia. 

"Ini kebetulan masuk di dalam random, kalau tidak, saya tidak tahu kalau nama saya ditatut," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved