Pilkada Solo 2020
Banyak Parpol Dukung Gibran, PKS Solo Kenang Pilkada Karanganyar 2018
Ketua Bappilu DPD PKS Kota Solo, Sugeng Riyanto menyampaikan pihaknya tidak menutup kemungkinan mengusung pasangan calon dalam Pilkada Solo 2020.
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Agil Trisetiawan
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kapal koalisi yang akan digunakan untuk mengusung penantang pasangan Gibran Rakabuming Raka - Teguh Prakosa dalam Pilkada Solo 2020 tinggal menyisakan PKS.
Pasalnya, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Golkar telah menyatakan dukungan terhadap pasangan kepala daerah yang diusung PDI Perjuangan itu.
Keduanya kini membuntuti langkah yang dilakukan partai-partai politik parlemen lainnya, sebut saja PSI dan Gerindra.
Adapun kekuatan poros PDI Perjuangan kini semakin gemuk dengan total 40 kursi.
• Akhir Cerita Tabrak Lari di Depan Lokananta Solo, Berakhir dengan Damai di Kepolisian
• Menyusul Laweyan, Baluwarti Keraton Solo Bakal Dijadikan Kampung Wisata Budaya
• Tanggapi Aksi Penyerangan di Pasar Kliwon Solo, Habib Syech: Kita Serahkan ke Pihak Kepolisian
• Laju Gibran Makin Mulus, Bawaslu akan Verifikasi Berkas Paslon Bajo yang Diduga Palsukan Dukungan
Ketua Bappilu DPD PKS Kota Solo, Sugeng Riyanto menyampaikan pihaknya tidak menutup kemungkinan mengusung pasangan calon dalam Pilkada Solo 2020.
Terlebih lagi, pendaftaran pasangan calon kepala daerah baru dibuka 4 sampai 6 September 2020.
"Memang secara formal rekomendasi sudah turun tapi kan Gibran belum mendaftar ke KPU," ujar Sugeng kepada TribunSolo.com, Kamis (13/8/2020).
"Selama belum didaftarkan, selama pendaftaran belum ditutup, PKS tidak menutup celah kemungkinan bahwa dukungan itu masih bisa beralih," tambahnya.
Sugeng meyakini partai-partai politik yang sudah mendukung Gibran-Teguh masih bisa mengalihkan dukungan.
Peralihan itu masih memungkinkan bila berkaca saat Pilkada Karanganyar 2018.
Pesta demokrasi itu dimeriahkan 2 pasangan calon, yakni Juliyatmono - Rober Christianto dan Rohadi Widodo - Ida Retno Wahyuningsih.
"Fakta empirisnya PKS punya tuh di Karanganyar, pak rohadi di detik terakhir bisa mengalihkan dukungan partai politik," tutur Sugeng.
"Awalnya ke Juliyatmono menjadi ke Rohadi, itu lobinya di level pusat bukan di level kabupaten," imbuhnya.
Sugeng menegaskan pihaknya masih meyakini kapal koalisi untuk mengusung penantang Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020 masih bisa terbentuk.
"Prinsipnya PKS tetap terus berusaha mencoba membuka celah semaksimal mungkin agar terutama PAN dan Gerindra bisa membangun koalisi di Solo," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/sidak-sugeng-dprd.jpg)