Kisah Anak TKI asal Tulungagung 2 Kali Terpilih Jadi Paskibraka di Istana Negara, Berkat Doa Ibu
Kedua orangtua gadis itu sudah merantau sebagai buruh migran sejak Dhea masih berusia dua tahun.
TRIBUNSOLO.COM -- Kebanggaan menyelimuti seorang pelajar asal Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, ini.
Ia kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional.
Dia adalah Dhea Lukita Andriana, siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Ngunut.
• Upacara HUT ke-75 RI di Klaten Dibatasi, Jumlah Paskibraka hingga Peserta Dipangkas karena Pandemi
• Pengibaran Bendera China di Closing Ceremony Asian Games 2018, Banyak Masyarakat yang Gagal Paham
Untuk kedua kalinya, remaja yang akrab dipanggil Dhea ini terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka ( Paskibraka) Nasional dan akan kembali bertugas dalam upacara peringatan kemerdekaan Indonesia di Istana Negara, Jakarta.
Putri pasangan Salim Rajiun dan Nursiyah ini merasa haru dan bangga karena kembali dipercaya terlibat dalam upacara kenegaraan.
“Sebelumnya tidak mengira, akan dipanggil kembali,” terang Dhea di rumahnya jelang keberangkatannya ke Jakarta pada 4 Agustus 2020.
Kebahagiaan juga terpancar dari wajah Rameli, kakek Dhea, yang bercerita kala surat undangan untuk cucunya kembali bertugas di Jakarta sampai ke rumahnya.
“Tiba-tiba kok ada surat dari Jakarta, saya terkejut ada apa ini. Setelah dijelaskan oleh cucu saya Dhea, saya akhirnya senang juga,” ujar Rameli.
Rameli pun berharap, prestasi cucunya ini bisa jadi jalan pembuka kesuksesan kelak.
Sudah Ditinggal Orangtua Merantau ke Luar Negeri Sejak Usia 2 Tahun
Dhea sedari kecil sudah tinggal bersama kakeknya.
Kedua orangtua gadis itu sudah merantau sebagai buruh migran sejak Dhea masih berusia dua tahun.
Ibunya bekerja di Taiwan, sedangkan ayahnya bekerja di Malaysia.
Dalam kesempatan sebelumnya, sang ibu mengatakan selalu berdoa agar anaknya jadi orang yang berguna bagi bangsa.
Rupanya doa sang Ibu mulai terkabul pada 2019, ketika pertama kali Dhea terpilih menjadi anggota Paskibraka Nasional.