HUT ke 75 Kemerdekaan RI
Upacara HUT ke-75 RI di Solo, BIN Hadirkan Eks Napiter, Ini Potret Mereka Hormat Bendera Merah Putih
Badan Intelijen Negara (BIN) ikut hadir dalam upacara memperingati HUT ke- 75 Kemerdekaan RI di halaman Balai Kota Solo, Senin (17/8/2020).
Penulis: Ryantono Puji Santoso | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Badan Intelijen Negara (BIN) ikut hadir dalam upacara memperingati HUT ke- 75 Kemerdekaan RI di halaman Balai Kota Solo, Senin (17/8/2020).
Sebagai Pembina Upacara hadir Wali Kota Solo FX. Hadi Rudyatmo.
Deputi Komunikasi dan Informasi BIN, Wawan Hari Purwanto mengatakan, pemerintahan Presiden Joko Widodo berkomitmen untuk terus memerangi paham radikal dan terorisme.
"Radikalisme dan terorisme semakin hari semakin berkembang," papar Wawan.
"Bahkan, kelompok teror di Indonesia sudah banyak melibatkan anak-anak maupun perempuan untuk melakukan aksi kejinya," kata dia.
Dia menjelaskan, saat ini teroris juga menyasar pejabat negara seperti kejadian 2019 lalu yakni saat Menkopolhukam Wiranto diserang.
• Peringati Kemerdekaan RI, Warga Gilingan Upacara 17 Agustus di Aliran Anak Sungai Bengawan Solo
• Menko PMK Muhadjir Effendy Ingatkan Jangan Jadi Orang Buta Huruf Modern di Tengah Mudahnya Informasi
Namun, saat ini BIN juga terus melakukan program deradikalisasi seperti mengajak rks narapidana teroris (napiter) mengikuti upacara bendera 17 Agustus di halaman Balai Kota Solo.
Mereka tampak khidmat mengikuti detik demi detik upacara bendera, termasuk saat sikap hormat ketika Merah Putih berkibar.
"Bersama dengan instansi negara lainnya, BIN bekerja keras untuk melakukan rehabilitasi terhadap eks napiter," kata Wawan.
Dia mengatakan, satu contohnya seperti Paimin seorang pria kelahiran Sragen, Jawa Tengah yang terbukti memimpin sebuah kelompok beranggotakan delapan orang dan berencana meracuni polisi di Polda Metro Jaya sebelum akhirnya ditangkap pada Oktober 2011 silam.
Akibat perbuatannya tersebut, Paimin harus menjalani hukuman penjara di Polda Metro Jaya, Mako Brimob, dan Lapas Klas II A Magelang selama 30 bulan sebelum bebas pada April 2014.
Berbeda dengan Paimin, Priyatmo alias Mamo merupakan Eks Napiter yang menjalani hukuman lima tahun penjara atas kepemilikan senjata yang diselundupkan dari Filipina ke Indonesia melalui Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Timur, pada 2011.
• Bakal Ada Pendidikan Militer untuk Mahasiswa, Kemenhan : Jika Negara Perang, Mereka Siap Bertempur
• Viral Billboard Giring eks-Nidji Mantap Maju Pilpres 2024, Begini Dukungan Cynthia Riza untuk Suami
Meski memiliki latar belakang kasus terorisme dan kelompok yang berbeda, baik Paimin, Priyatmo, Eks Napiter lainnya telah sama-sama kembali kepada pangkuan NKRI, serta mengambil kesempatan kedua yang dimiliki untuk menebus kesalahan masa lalunya.
Semuanya kini fokus memperbaiki taraf perekonomian keluarga masing-masing maupun lingkungan sekitar rumah mereka dengan berbagai kegiatan positif.
Bahkan, Priyatmo menjadi ketua kelompok tani ikan di lingkungan tempat tinggalnya dengan rutin mengadakan latihan budidaya ikan secara mandiri, termasuk dalam membuat pakan ikan agar mendapat keuntungan maksimal saat panen tiba. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/eks-napiter-mengikuti-upacara-17-agustus-saat-memperingati-hut-ke-75-kemerdekaan-ri-d.jpg)