Berita Klaten Terbaru

Tim Gabungan Sita Ratusan Botol Miras di Klaten, Razia Terus Digencarkan 

"Kami telah menyita sekitar 156 botol miras yang sudah dijual secara ilegal," ujar Plt Kepala Sat Pol PP Klaten, Rabiman.

TribunSolo.com/Istimewa
Ratusan Minuman Keras (Miras), berhasil disita dari Operasi Gabungan Satpol PP Klaten bersama tim gabungan yang terdiri dari Kodim 0723 dan Polres Klaten Pekat Peredaran Miras, Rabu (19/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Sebanyak 156 botol minuman keras (miras)  diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Klaten dan Tim Gabungan, Rabu (19/8/2020).

Tim gabungan mengamankan 156 botol minuman keras (miras) yang beredar di dua Kecamatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunSolo.com, ratusan botol miras diamankan Satpol PP Klaten bersama tim gabungan yang terdiri dari Kodim/0723 dan Polres Klaten.

Tak Pakai Helm dan Gunakan Knalpot Brong, 53 Kendaraan Terkena Razia di Gladak Solo

Sederet Fakta Dibalik 37 Pasangan ABG Terjaring Razia di Kamar Hotel, Diduga Hendak Pesta Seks

Pelaksanaan Operasi Pekat Peredaran Miras tersebut mulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 12.30 WIB.

Dalam Operasi Pekat Peredaran Miras hari ini, sudah dilaksanakan di dua kecamatan.

Dua kecamatan tersebut yakni, Kecamatan Prambanan dan Kecamatan Cawas.

"Kami telah menyita sekitar 156 botol miras yang sudah dijual secara ilegal," ujar Plt Kepala Sat Pol PP Klaten, Rabiman, saat ditemui TribunSolo.com di ruang kerjanya, Rabu (19/8/2020).

Menurutnya, dari 156 botol miras yang disita itu, 138 botol miras merupakan jenis bir dan 18 botol sisanya merupakan miras jenis anggur merah .

"Semua barang bukti kami amankan di markas Satpol PP Klaten," jelasnya.

Rabiman menegaskan, seratusan botol miras itu disita oleh pihaknya karena melanggar 2 Peraturan Daerah (Perda) di Kabupaten Klaten.

Peraturan yang dimaksud yaitu Perda Klaten nomor 28 Tahun 2002 tentang minuman beralkohol atau miras.

Selain itu juga melanggar Perda Klaten 12 tahun 2013 tentang ketertiban, kebersihan dan keindahan.

Ia pun mengatakan, jika pihaknya akan terus mengencarkan razia Pekat tersebut guna menciptakan keadaan yang kondusif di Klaten.

"Razia akan kita gelar terus, selain itu kami menghimbau kepada masyarakat jangan mengkonsumsi minuman seperti itu, apalagi menjualnya itu minuman haram yang akan merusak mental para generasi muda dan masyarakat," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved