Pilkada Solo 2020
Tak Ingin Perajin Gulung Tikar, Relawan Gibran Gagas Program Anak Sekolah Gunakan Batik Asli Solo
"Kalau kita bicara batik ini kan menjadi ciri khas kota Solo," kata Koordinator Relawan Solo Hebat Maria Magdalena Blegur.
Tayang:
Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Ilham Oktafian
Salah satu pengrajin batik, Margono di Kampung Batik Laweyan pada Minggu (31/8/2020).
"Paling tidak ada pemesanan terus menerus yang intens, tinggal diakumulasi ke jumlah sekolah dan jumlah perusahaan di Solo," pungkasnya.
Selain itu, permasalahan pemasaran juga menjadi perhatian Magdalena.
"Setiap ada event kita tidak hanya event saja, tapi bagaimana memperhatikan masalah hulu ke hilir," tuturnya.
"Pemasaran menjadi penting," pungkasnya.
Terpisah, salah satu pengrajin batik Laweyan Margono mengaku jika masalah pemasaran menjadi kendala yang serius.
Saat ini para pengrajin hanya mengandalkan pemesanan dari pembelu dan membuat batik dalam skala kecil.
"Di dalam pemasarannya itu, saya minta Pemkot Solo memfasilitasi pemasaran, baik skala nasional maupun nasional," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/salah-satu-pengrajin-batik-margono-di-kampung-batik-la.jpg)