Pilkada Solo 2020

Ini Alasan Dibalik Dipilihnya Kuda Hitam yang Ditunggangi Bagyo Daftar Pilkada Solo ke KPU

"Artinya kita dianggap orang-orang yang dianggap lemah tapi faktanya gak tau ya kita memang kuda hitam yang tidak diperhitungkan," tambahnya.

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Adi Surya
Bagyo Wahyono saat ditemui di rumah pemenangan, Jalan Ki Ageng Mangir Nomor 8, Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Sabtu (5/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Bakal calon (Balon) Wali Kota Solo dari jalur perseorangan Bagyo Wahyono akan menunggangi Kuda hitam saat mendaftar ke kantor KPU Kota Solo.

Bagyo mengatakan, kesan kuda hitam yang gagah dan bisa memberikan kejutan di sebuah pertarungan menjadi satu diantara banyak alasan.

"Masalah itu pengupasan masyarakat antara kuda hitam, ya mestinya kita itu dikudahitamkan," ucap Bagyo kepada TribunSolo.com kepada TribunSolo.com, Sabtu (5/9/2020).

Bagyo - Supardjo Daftar ke KPU Solo Besok, Bakal Dikawal 1.080 Massa Sambil Naik Kuda Hitam

Blak-blakan Istri Gibran, Selvi Ananda: Tak Dampingi Blusukan, Bagi Tugas Temani Anak di Rumah

"Artinya kita dianggap orang-orang yang dianggap lemah tapi faktanya gak tau ya kita memang kuda hitam yang tidak diperhitungkan," tambahnya.

Rencananya, Bagyo bakal menunggangi kuda hitam sementara pasangannya, Fx Supardjo menunggangi kuda coklat.

"Kalau saya warna kudanya mungkin hitam dan pak Parjo warnanya coklat," tutur Bagyo.

Bagyo - Supardjo (Bajo) akan berangkat bersama dari rumah pemenangan Bajo di Jalan Ki Ageng Mangir Nomor 8, Kelurahan Penumping, Kecematan Laweyan, Kota Solo, Minggu (6/9/2020) pukul 09.00 WIB.

Kelompok Tikus Pithi Hanata Baris direncanakan turut menghantar pasangan yang maju dari jalur independen itu.

"Besok kita akan dikawal sama Tikus Pithi Hanata Baris dengan kekuatan 1.080 orang. Simpatisan dan relawan juga akan ikut menghantar," terang Bagyo.

Selain menyiapkan sepasang kuda, puluhan bendi juga disiapkan untuk perempuan dan orang-orang sepuh yang turut menghantar.

"Kira-kira sekitar 10-an bendi. Itu untuk putri-putri dan yang sepuh. Nanti sisanya akan jalan dari rumah pemenangan sampai ke KPU," kata Bagyo.

Atraksi budaya tabuhan gamelan dan reog juga bakal disajikan saat penghantaran Bajo mendaftar ke kantor KPU.

"Atraksi reog biasa, cuma tabuhan gamelan untuk menyemangati Bajo," ucap Bagyo.

Bagyo mengimbau simpatisan dan relawan yang turut hadir mengantar tetap harus menerapkan protokoler kesehatan Covid-19.

"Karena masih pandemi Covid-19, maka kita hormati protokoler kesehatan. Semua menggunakan masker sesuai anjuran KPU dan pemerintah," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved