Breaking News:

Pilkada Solo 2020

Hanya Jadi Pendukung di Pilkada Solo dan Boyolali, Partai Golkar Akui PDIP Terlalu Kuat Jika Dilawan

Partai Golkar membuka alasannya tidak mengusung calon sendiri dalam Pilkada di Kota Solo dan Boyolali.

Editor: Asep Abdullah Rowi
Istimewa/ Dokumentasi DPP Partai Golkar
Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto menyerahkan surat rekomendasi kepada Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa untuk Pilkada Solo, di kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Jakarta, Rabu (12/8/2020). 

TRIBUNSOLO.COM - Partai Golkar membuka alasannya tidak mengusung calon sendiri dalam Pilkada serentak 2020 di Kota Solo dan Kabupaten Boyolali.

Ketua DPD Golkar Jawa Tengah, Panggah Susanto menjelaskan, Partai Golkar hanya menjadi pendukung calon kepala daerah yang bertarung.

Meski partai berlambang Pohon Beringin ini memiliki keterwakilan atau kursi di DPRD.

Bahkan menjadi peringkat kedua perolehan kursi terbanyak di Boyolali dengan 4 anggota DPRD.

Memang perbedaannya sangat mencolok dengan partai perolehan kursi terbanyak pertama, yakni PDIP dengan 35 kursi.

Awalnya Terkesan Cuek, Ternyata Gibran Putra Jokowi Humoris & Sangat Perhatian dengan Jan Ethes

Calon Tunggal di Boyolali & Sragen Tak Bisa Menang Mudah, Pengamat UNS : Harus 50 Persen Plus Satu

Di Solo, hanya mengantongi tiga kursi dari total 45 kursi.

Dengan bekal kursi tersebut, Golkar cukup kuat untuk berada di posisi pengusung.

"Kami memang hanya menjadi pendukung di dua daerah, yakni Solo dan Boyolali," katanya, Kamis (10/9/2020).

Di Solo, kata dia, dukungan diberikan pada pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa yang diusung PDIP.

Begitu juga di Boyolali, dukungan Golkar diberikan untuk pasangan yang diusung PDIP yakni pasangan M Said Hidayat dan Wahyu Irawan.

Tidak dijabarkan secara jelas status Golkar hanya sebagai pendukung.

Meskipun demikian, dikatakan lantaran posisi PDIP di dua daerah tersebut terlalu kuat.

Jago PDIP di Boyolali & Sragen Lawan Kotak Kosong, Pengamat UNS Solo : Parpol Lain Tak Punya Nyali

Bukan Gibran Anak Jokowi, Said & Yuni yang Hampir Pasti Lawan Kotak Kosong di Pilkada Serentak 2020

"Alasan kami, karena PDIP terlalu kuat," tandas Panggah yang juga anggota DPR RI tersebut.

Meskipun demikian, seluruh kader tetap solid di barisan pasangan calon yang didukung partai dengan Ketua Umum Airlangga Hartarto ini. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Punya Kursi di Solo dan Boyolali Golkar Malah Jadi Pendukung Bukan Pengusung Paslon

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved