Breaking News:

Pro Kontra UU Cipta Kerja

SBSI Solo Desak Pemerintah Keluarkan Draft Final Resmi UU Cipta Kerja, Ini Alasannya

Ketua DPC SBSI 1992 Kota Solo, Endang Setiowati mengatakan pihaknya masih mempertanyakan kevalidan draft yang beredar di masyarakat.

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Agil Tri
Kompas.com
Apa itu omnibus law RUU Cipta Kerja? 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Serikat buruh kebingungan pasca Undang-Undang Cipta Kerja disahkan dalam sidang paripurna DPR RI.

Tak terkecuali, DPC SBSI 1992 Kota Solo.

Pasalnya, mereka sampai sekarang belum menerima draf final regulasi sapu jagat itu.

Ketua DPC SBSI 1992 Kota Solo, Endang Setiowati mengatakan pihaknya masih mempertanyakan kevalidan draft yang beredar di masyarakat.

"Berbicara Undang-Undang Omnibus Law di satu sisi, kita kebingungan." kata Endang, Sabtu (10/10/2020).

"Kita dipersoalan kevalidannya." ucapnya.

"Draft yang kita punya hanya hasil share to share," tambahnya.

Kompak dengan Bagyo Wahyono, Gibran Rakabuming Raka Juga Ogah Tanggapi UU Cipta Kerja

Calon Wali Kota Solo Bagyo Wahyono Ogah Tanggapi UU Cipta Kerja: Masyarakat Sudah Semakin Cerdas

Hotman Paris Beberkan Susahnya Pekerja Tuntut Pesangon, Ini Sarannya Terkait UU Cipta Kerja

Indekos Mahasiswa AK-Tekstil di Jebres Solo Dibobol Maling: 2 Laptop dan 5 Handphone Raib

Oleh karenanya, DPC SBSI 1992 Kota Solo belum bisa menyampaikan keuntungan dan kerugian dari kehadiran Undang-Undang Cipta Kerja.

"Mau menyampaikan mana-mana yang menguntungkan, mana yang merugikan," ucap Endang.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved