Breaking News:

Membahas Sasis Bus MAN yang Jarang Digunakan oleh Bus AKAP di Indonesia

“Setahu saya harga sasis MAN tronton ini lebih mahal dibanding pesaingnya. Kemudian jaringannya yang kurang luas malah bikin kurang diminati,”

Editor: Ryantono Puji Santoso
KOMPAS.COM/VINTORIO MANTALEAN
Ilustrasi: Bus trans Jawa berjenis double decker yang dioperasikan oleh PO Putera Mulya Sejahtera resmi mengaspal per Kamis (14/2/2019) pagi. 

TRIBUNSOLO.COM - Banyak sekali merek dan jenis Bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Indonesia.

Dari berbagai bus AKAP yang beredar, jarang ada yang menggunakan Sasis Bus MAN.

Produsen sasis untuk bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Indonesia datang dari berbagai negara. Misalnya seperti Mercedes Benz, Scania, Volvo yang berasal dari Eropa dan Hino, Golden Dragon dari Asia.

Namun ada satu lagi sasis bus dari Eropa yang peredarannya sangat jarang di Indonesia, yaitu sasis MAN dari Jerman. Awal masuk Indonesia pada tahun 2000-an, namun penjualannya tidak begitu baik pada waktu itu.

Baca juga: Terima Surat Pengosongan Lahan PT KAI Sepihak, Paguyuban Perkiosan Stasiun Klaten Ajukan Audiensi

Baca juga: Alun-alun Utara Keraton Solo Bakal Steril dari Pedagang Pasar Klewer, Pemkot : Senin Mulai Dibongkar

Kemudian MAN kembali hadir di Indonesia pada tahun 2013, membawa sasis R37 triple axle atau tronton. Keistimewaan dari sasis ini yaitu tenaganya yang sangat besar, 460 TK dan torsi 2.100 NM di 1.000-1.400 rpm.

Setahun kemudian, MAN juga merilis penerus dari sasis tronton R37, yaitu RR4 dengan tenaga yang lebih besar lagi, yaitu 480 TK dan torsi 2.300 Nm di 950-1.400 rpm. Jauh di atas sasis tronton lainnya yang hanya 410-430 TK.

Dua PO bus AKAP yang menggunakan sasis tronton ini yaitu PO Nusantara di Kudus dan PO Pelita Paradep di Medan. Uniknya lagi, kebanyakan sasis MAN R37 dan RR4 ini menggunakan bodi buatan karoseri Nusantara Gemilang.

Anggota Forum Bismania Indonesia, Dimas Raditya mengatakan, ada beberapa hal yang membuat sasis MAN R37 dan RR4 ini tidak laku di pasaran, pertama dari harga, kemudian jaringan, dan terakhir eksistensinya.

“Setahu saya harga sasis MAN tronton ini lebih mahal dibanding pesaingnya. Kemudian jaringannya yang kurang luas malah bikin kurang diminati,” ucap Dimas kepada Kompas.com, Jumat (16/10/2020).

Untuk harga sasisnya saja, belum termasuk bodinya, PO bus harus merogoh kocek Rp 2 miliar. Hal ini disebabkan teknologi sasis MAN yang diklaim canggih sehingga dibanderol dengan harga yang fantastis.

Selanjutnya yaitu soal eksistensi, merek MAN masih kurang eksis di Indonesia. Dimas mengatakan, Hal ini nantinya akan menyulitkan PO bus untuk mencari suku cadang jika bus mengalami masalah.

Selain dipakai oleh PO Nusantara dan PO Pelita Paradep sebagai bus AKAP, sasis MAN juga dipakai untuk bus tingkat pariwisata di Jakarta. Bodi yang digunakan juga sama, dari karoseri Nusantara Gemilang. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Mengenal Sasis Bus MAN yang Jarang Digunakan oleh Bus AKAP

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved