Berita Solo Terbaru

Kisah Pegawai Restoran Pizza Rela Jualan di Pinggir Jalan Berjam-jam : Yang Penting Tak Kena PHK

"Karena Covid-19. Buat tidak mengurangi pekerja jadinya jualan di jalan saja seperti ini. Daripada mem-PHK," katanya kepada TribunSolo.com.

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Ilham Oktafian

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Debu, terik matahari, dan bising jalanan tak menggoyahkan semangatnya mempromosikan produk gerai cepat saji tempatnya bekerja.

Di sebuah ruas jalanan Kota Solo, perempuan muda itu berdiri memegang papan bertulisan 'Rp 100.000 4 Box Pizza 4 Rasa'.

Perempuan itu sebut saja bernama Sun (18). Ia mengatakan promosi itu dilakukan guna bertahan di tengah terpaan pandemi Covid-19.

Apalagi, gerai cepat saji tempatnya bekerja tidak ingin melakukan PHK karyawan karenanya.

"Karena Covid-19. Buat tidak mengurangi pekerja jadinya jualan di jalan saja seperti ini. Daripada mem-PHK," katanya kepada TribunSolo.com.

Perempuan lulusan sebuah SMK negeri di Solo itu bersyukur atas strategi yang diambil.

"Pandemi ini jelas berdampak sekali. Mungkin pegawai lain di perusahaan lain di-PHK, gerai kami tidak ada yang di-PHK. Bersyukur sekali," ujar Sun.

Selain itu, Sun juga mendapat upah tambahan bila bekerja lebih dari 8 jam kerja.

"Tidak ada pemotongan gaji tapi ditambah upah overtime. Biasanya masuk pukul 09.00 sampai pukul 17.00 WIB. Tapi ada tambahan sampai pukul 18.00 WIB. Overtime satu jam," ucap dia.

"Tambahannya kurang lebih Rp 30 ribu," tambahnya.

Meski begitu, Sun tidak selalu masuk setiap hari. Ada jadwal masuk yang ditaati.

Apalagi, ia saat ini masih berstatus pekerja paruh waktu.

"Dalam satu bulan maksimal 20 hari kerja. Ada jadwalnya, hari ini siapa yang masuk," ujarnya.

Kala tidak bekerja, Sun menghabiskan waktu senggangnya membantu orang tuanya jaga warung.

"Bantu orang tua. Bapak dan ibu wiraswasta. Punya dua warung. Ada di Colomadu dan Kalijambe Nogosari," tutur dia.

"Saya biasanya akan jaga salah satu warung," tambahnya.

Soal besaran gaji, Sun mengungkapkan rerata per harinya bisa hampir Rp 100 ribu.

"Kalau semuanya Rp 90 ribu per hari. Itu sudah termasuk overtime, gaji pokok, dan transport," ungkapnya.

Baca juga: Kisah di Balik Pria yang Berontak saat Razia Karena Tak Pakai Masker, Ternyata Hidupi 5 Anak Yatim

Baca juga: Kisah Bocah Sragen Hilang di Jakarta, Kini 11 Tahun Bertemu Keluarga, Sempat Bertahan Jadi Pengamen

Baca juga: Nasib Pilu Bocah 9 Tahun yang Lawan Pemerkosa Ibunya: Dibacok Pelaku, Jasadnya Ditemukan di Sungai

Ditolak Orang Tua

Penolakan orang tua didapatkan Sun ketika mencoba peruntungan mengikuti seleksi karyawan Pizza
Hut beberapa bulan lalu.

Itu lantaran mereka berkeinginan anak sulungnya tersebut melanjutkan pendidikan ke perguran tinggi.

Tak patah arang, Sun berusa meyakinkan mereka sebelum akhirnya luluh.

"Orang tua sempat tidak memperbolehkan. Disarankan kuliah
Tapi saya tidak mau," ucap dia.

"Sampai akhirnya memperbolehkan. Ya, sudah tidak apa-apa. Saya ada cita-cita jadi pramugari. Jadi ini sekalian mengumpulkan uang untuk itu," imbuhnya.

Sun mengungkapkan dirinya tahu perihal seleksi karyawan gerai pizza itu dari sekolahnya.

"Tahunya itu dari sekolah. Pihak sekolah suruh coba daftar. Ya, sudah saya coba dan ada seleksinya," kata dia.

"Ikut seleksi. Waktu itu bertepatan pandemi. Lokasinya di Solo Baru. Saya datang langsung ke lokasi. Ada jadwalnya tiap sesi," imbuhnya.

Rasa khawatir tak mendapat pekerjaan berkecamuk dalam diri Sun yang merupakan lulus baru itu.

Apalagi, banyak temannya yang belum mendapatkan pekerjaan di tengah pandemi Corona.

"Khawatir dirasakan juga. Banyak teman yang belum dapat pekerjaan juga," tutur Sun.

"Alhamdulillah, saya dapat kerja," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved