Berita Persis Solo

Ini Batik Bersejarah Bagi Persis Solo, Kenangan Kala Kena Sanksi Dilarang Pakai Atribut Klub

Ya, tahun 2017 lalu Laskar Samber Nyawa kena sanksi tak boleh pakai atribut klub usai terlibat provokasi dengan Persiba Bantul.

Tayang:
Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Ryantono Puji Santoso
ISTIMEWA
Batik bersejarah diserahkan I Komang Putra pada Mayor Haristanto di Museum Pasoepati beberapa hari ini. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Keberadaan museum Titik Nol Pasoepati rupanya bukan sekadar pajangan saja.

Dari hari ke hari, museum yang berlokasi di Jalan Kolonel Sugiyono Nomor 37, Nusukan, Solo itu terus hidup.

Barang memorabilia yang berdatangan membuat museum Titik Nol Pasoepati semakin bernyawa.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Pucangsawit Solo, Arus Lalu Lintas Sempat Macet Selama 1 Jam 

Baca juga: Dosen FH Meninggal Dunia, UNS Berkabung, Bakal Gelar Tahlil Daring Malam Ini 

Kali ini, barang hibah datang dari Widyantoro dan I Komang Putra.

Barang tersebut berupa batik, baju yang selalu dikenang Pasoepati beberapa tahun silam.

Ya, tahun 2017 lalu Laskar Samber Nyawa kena sanksi tak boleh pakai atribut klub usai terlibat provokasi dengan Persiba Bantul.

Tak habis akal, sanksi tersebut memantik Pasoepati untuk membawa batik saat memenuhi stadion selama beberapa pertandingan.

Selanjutnya, batik bersejarah tersebut diserahkan langsung ke empunya museum, yakni Mayor Haristanto bebeberapa hari ini.

"Bagi saya ini berkah yang dapat menyemangati ikon-ikon orang ternama yang berbau sepak bola untuk hibahkan materi museum," ungkap Mayor Haristanto bersemangat pada Senin (19/10/2020).

Mayor sapaan akrabnya mengaku senang dengan barang hibahan tersebut.

Kedepan, sambung mantan presiden Pasoepati pertama itu bakal menunggu barang memorabilia lain dari legenda sepakbola lain.

"Saat ini sudah melobi Bambang Pamungkas Persija, juga Musikan mantan bomber Persik Kediri," ujarnya.

"Saya juga menunggu Taufik Hidayat pebulutangkis top yang ternyata berhobi main bola," ucapnya berseloroh.

Sampai saat ini, terhitung puluhan barang bersejarah terkumpul di Museum Pasoepati ini.

Mulai dari sarung tangan kiper, hingga kaos para legenda Laskar Samber Nyawa disimpan rapi dan dipajang berjejer oleh Mayor. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved