SPMB Sukoharjo 2025
SD di Trangsan Sukoharjo Respons Positif SPMB Online, Dorong Transformasi Digitalisasi Administratif
SD di Sukoharjo merespons positif soal SPMB Online 2026 perdana mereka. Ini menjadi bentuk transformasi.
Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Pelaksanaan perdana SPMB SD online di Kabupaten Sukoharjo mendapat respons positif dari kalangan sekolah.
- Kepala SDN Trangsan 1 Gatak, Sriatin, menyebut SPMB online mendorong proses penerimaan siswa yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada keadilan.
- Meski dinilai memudahkan layanan pendidikan, penerapan SPMB online tetap membutuhkan kesiapan SDM, terutama dalam literasi digital, pelayanan, dan komitmen terhadap prinsip keadilan.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Pelaksanaan perdana Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SD secara online di Kabupaten Sukoharjo mendapat tanggapan positif dari kalangan sekolah.
Kepala SD Negeri Trangsan 1, Kecamatan Gatak, Sriatin, menilai kebijakan ini bukan sekadar perubahan teknis, tetapi menjadi bagian dari transformasi budaya dalam dunia pendidikan.
Menurut Sriatin, penerapan SPMB online merupakan langkah awal digitalisasi administrasi yang membawa dampak besar terhadap sistem layanan pendidikan, khususnya dalam hal efisiensi dan kemudahan proses pendaftaran.
“SPMB online ini khususnya di tingkat SD menurut saya adalah bagian dari proses digitalisasi administratif, sekaligus transformasi budaya pendidikan. Digitalisasi memang menghadirkan efisiensi dan memudahkan secara teknis,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).
Perubahan Paradigma
Namun demikian, ia menegaskan esensi utama dari penerapan sistem ini tidak hanya pada penggunaan teknologi, melainkan perubahan paradigma dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Titik utamanya ada pada perubahan paradigma. Bagaimana kita memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat,” jelasnya.
Sriatin menilai, sistem online ini juga mendorong terciptanya budaya baru yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada keadilan dalam proses penerimaan peserta didik.
“SPMB online ini mendorong lahirnya budaya yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada keadilan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, dengan sistem digital, proses penerimaan siswa tidak lagi bergantung pada interaksi langsung yang berpotensi menimbulkan subjektivitas.
Baca juga: Jelang SPMB Online 2026, SDN Trangsan 1 Sukoharjo Matangkan Persiapan dan Layanan Pendampingan
Sebaliknya, seluruh proses dapat dipantau secara terbuka oleh masyarakat.
“Proses penerimaan tidak lagi bergantung pada interaksi langsung yang berpotensi subjektif, tetapi melalui sistem yang bisa dipantau secara terbuka,” katanya.
Lebih lanjut, Sriatin menyebut bahwa perubahan ini juga menuntut setiap sekolah untuk meningkatkan integritas, profesionalisme, serta membangun kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan, khususnya sekolah negeri.
“Secara tidak langsung, ini menuntut sekolah untuk membangun integritas, profesionalisme, dan kepercayaan publik,” tambahnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa transformasi budaya tidak dapat berjalan hanya dengan menghadirkan teknologi semata.
| Ironi SMP N 3 Bendosari, Minim Siswa Pendaftar Masuk, Padahal Berada di Tengah Perkotaan Sukoharjo |
|
|---|
| Kekurangan Siswa, SMP Negeri 3 Bendosari Sukoharjo Tak Terima Pendaftaran Murid Baru, Bakal Dilebur |
|
|---|
| Jelang SPMB 2025/2026, Ada 3 Sekolah Tingkat SMP di Kabupaten Sukoharjo Tak Terima Murid Baru |
|
|---|
| Info Tahapan SPMB Online 2025/2026 Tingkat SMP di Sukoharjo, Ada Jalur Domisili hingga Afirmasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/SPMB-SMP-2025-Suasana-pendaftaran-siswa-baru-di-SMP-Negeri-1-Sukoharjo-Rabu-2562025.jpg)