Terungkap Kapten Penodong di Tanjung Priok, Masih 17 Tahun dan Anak Buah Umur 30 Tahun
Bahkan pada Rabu (14/10/2020), kelompok penodong bermodal celurit datang ke Terminal Tanjung Priok dan menyerang warga yang baru tiba dari luar kota.
Biasanya, kata Paksi, modus kelompok penodong ini memanfaaatkan kendaraan yang berhenti di palang kereta api tertutup.
"Kan mobil pada berhenti menunggu antrean kereta lewat. Kemudian ditodongin dari sopir pakai celurit dan dari jendela kiri mengambil barang (di mobi)," kata Paksi.
Baca juga: Waspada, Tiga Aktivitas Ini Berisiko Tinggi Tingkatkan Penularan Covid-19
Baca juga: Efek Pandemi, Umbul Pengging Boyolali Kini Tak Lagi Padat Pengunjung, Hari Libur Pun Lengang
Selama melakukan aksinya, kelompok penodong ini kerap melukai korban dengan cara membacok.
Melakukan aksinya 10 kali
Kepada polisi, kelompok penodong ini mengaku sudah melakukan aksinya sebanyak 10 kali.
Paksi menjelaskan, kedua pelaku sudah menentukan waktu dalam melakukan penodongan. Mereka dapat beraksi sebanyak dua kali dalam satu bulan.
"Mereka satu bulan itu main, jadi diatur sama dia. Mainnya setelah Maghrib sampai dengan pukul 02.00," kata Paksi.
Karena perbuatannya, kelompok penodong ini terjerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dan kekerasan. Mereka terancam sembilan tahun penjara.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Terungkapnya Aksi Kapten Penodong di Tanjung Priok, Masih 17 Tahun dan Ikuti Jejak Orangtua..."