Berita Sukoharjo Terbaru

Imbas Insiden Laka Maut di Perlintasan KA Tanpa Palang Mayang - Purbayan, KAI Tutup Akses Jalan 

"Yang pertama itu tahun 2017 lalu, mobil yang dikendarai polisi yang bertugas di Satlantas Polres Sukoharjo tertabrak kereta api," katanya. 

Tayang:
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Agil
Petugas saat menutup perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu di KM 114+4/5 Sukoharjo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Tindakan tegas dan cepat langsung diambil oleh PT KAI di perlintasan Kereta Api (KA) tanpa palang pintu di KM 114+4/5 Sukoharjo. 

PT KAI langsung menutup perlintasan KA penghubung Desa Mayang, Kecamatan Gatak dan Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Sukoharjo, Jumat (13/11/2020).

Hal ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi kecelakaan yang terjadi dititik tersebut. 

Baca juga: Bukan Kali Pertama, Lionel Messi Muntah Lagi di Lapangan pada Laga Kontra Paraguay, Ada Apa?

Baca juga: Rina Gunawan Berhasil Turun Berat Badan 30 Kilogram, Krisdayanti Takjub dan Beri Pujian saat Bertemu

Menurut Kepala Desa (Kades) Purbayan Budi Sriyanto, di titik tersebut sudah terjadi dua kecelakaan maut. 

"Yang pertama itu tahun 2017 lalu, mobil yang dikendarai polisi yang bertugas di Satlantas Polres Sukoharjo tertabrak kereta api," katanya. 

Dalam kecelakaan itu, Iptu Sumanto yang saat itu menjabat sebagai Kanit Dikyasa Satlantas Polres Sukoharjo, meninggal dunia.  

Budi menuturkan, di perlintasan tersebut sebelumnya bisa dilalui mobil. Namun, pasca kejadian tersebut, perlintasan langsung dipasangi portal. 

Meski dipasangi portal, perlintasan KA tersebut masih bisa dilalui masyarakat yang menggunakan kendaraan roda dua. 

Sebab, palang yang dipasang hanya untuk menghalau mobil saja. 

Hingga akhirnya, kecelakaan maut kembali terjadi siang tadi, yang melibatkan seorang Guru TK, Jumat (13/11/2020).

Guru TK yang diketahui bernama Sholihah (37), tewas tersambar KA saat menyebrang rel dengan motornya. 

"Sampai ada kejadian ini, PT KAI langsung ambil tindakan tegas menutup permanen perlintasan tersebut," terangnya. 

Nampak, petugas langsung menghancurkan cor jalan pada perlintasan kereta api tersebut, agar tidak bisa dilalui kendaraan. 

Akibat penutupan ini, masyarakat yang mau menyebrang rel harus melalui simpang empat tugu Mayang, atau melalui underpass makamhaji. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved