Desakan Pencopotan Camat Selogiri
Perangkat Desa Selogiri Wonogiri Minta Camat Dicopot dari Jabatannya, Apakah Aturan Memperbolehkan?
Pencopotan camat ternyata tidak bisa dilakukan secara instan karena harus melalui mekanisme evaluasi dan aturan ASN yang berlaku.
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Ringkasan Berita:
- Puluhan perangkat desa se-Kecamatan Selogiri mendatangi Kompleks Sekretariat Daerah (Setda) Wonogiri, Jumat (5/6/2026).
- Mereka menyampaikan berbagai keluhan terkait kepemimpinan Camat Selogiri Fredy Sasono yang dinilai telah menimbulkan ketidaknyamanan di kalangan perangkat desa.
- Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kecamatan Selogiri kompak meminta agar Fredy dicopot dari jabatannya sebagai camat.
Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Puluhan perangkat desa se-Kecamatan Selogiri mendatangi Kompleks Sekretariat Daerah (Setda) Wonogiri, Jumat (5/6), untuk menyampaikan protes terhadap kepemimpinan Camat Selogiri, Fredy Sasono.
Dalam forum koordinasi yang berlangsung di Ruang Girimanik Setda Wonogiri, para perangkat desa secara kompak meminta agar camat dicopot dari jabatannya.
Aspirasi tersebut disampaikan perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kecamatan Selogiri. Mereka menilai kepemimpinan Camat Selogiri selama ini telah menimbulkan ketidaknyamanan dan membuat hubungan antara pemerintah desa dengan kecamatan tidak harmonis.
Salah satu peristiwa yang menjadi sorotan terjadi saat Upacara Hari Lahir Pancasila pada Senin (1/6). Saat itu, perangkat desa bertugas sebagai petugas upacara termasuk pengibar bendera.
Di tengah prosesi, bendera sempat terlipat dan langsung dibenahi oleh petugas. Namun menurut perangkat desa, sebelum upacara selesai, Camat Selogiri meminta petugas yang bertanggung jawab melakukan push up di lokasi upacara.
Tindakan tersebut dinilai tidak tepat dan dianggap mempermalukan petugas di hadapan peserta upacara lainnya.
Selain insiden tersebut, perangkat desa juga mengungkap sejumlah keluhan lain yang disebut sudah lama terakumulasi. Mereka menilai Camat Selogiri kerap menggunakan kata-kata yang tidak pantas, termasuk dalam forum resmi pemerintahan.
Keluhan lain muncul saat perangkat desa diminta memaparkan penggunaan APBDes dalam forum tertentu. Menurut mereka, perangkat yang ditunjuk untuk presentasi dipilih langsung oleh camat tanpa mempertimbangkan penguasaan materi sehingga merasa dipermalukan ketika tidak mampu menjawab pertanyaan.
Tak hanya itu, perangkat desa juga keberatan terhadap sejumlah kegiatan lintas sektoral yang disebut lebih banyak dibebankan kepada pemerintah desa.
Berbagai persoalan tersebut akhirnya mendorong perangkat desa menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Pemerintah Kabupaten Wonogiri.
Usai pertemuan, Ketua PPDI Kecamatan Selogiri, Gandung Prayitno, enggan memberikan penjelasan kepada awak media dan meminta hasil rapat ditanyakan langsung kepada Sekda Wonogiri.
Menanggapi tuntutan tersebut, Sekda Wonogiri, FX Pranata, mengatakan seluruh masukan dari perangkat desa telah diterima dan akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah.
"Kebijakan Pak Bupati nanti seperti apa nanti menjadi bahan evaluasi atas kinerja," katanya.
Baca juga: Perangkat Desa se-Kecamatan Selogiri Geruduk Kompleks Setda Wonogiri, Minta Camat Ini Dicopot
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/MINTA-CAMAT-DICOPOT-Rapat-Koordinasi-Pemkab-Wonogiri-bersama-perangkat-desa-se-Kecamatan-Selogiri.jpg)