Breaking News:

Tips Aman Naik Motor saat Terjadi Angin Kencang, Perhatikan Pohon hingga Baliho Sekeliling Anda

Lain halnya jika angin kencang ditambah hujan yang cukup deras, tidak ada toleransi buat pemotor untuk tetap berjalan, karena sangat berbahaya.

TRIBUNSOLO.COM/RYANTONO PUJI SANTOSO
ILUSTRASI - Kondisi motor yang tertimpa tiang listrik di Jalan Mangun Sarkoro, Jumat (6/3/2020). 

"Terus kurangi kecepatan sampai benar-benar kondisi motor stabil. Karena kalau menambah kecepatan potensi terjatuh cukup besar," ujar Jusri saat dihubungi Otomania.com, Jumat (25/8/2017).

Lain halnya jika angin kencang ditambah hujan yang cukup deras, tidak ada toleransi buat pemotor untuk tetap berjalan, karena sangat berbahaya.

"Jadi kalau angin dan hujan, pemotor harus benar-benar berhenti dan melanjutkan perjalanan lagi jika cuaca sudah benar-benar normal lagi," kata Jusri.

Baca juga: Hujan Deras dan Angin Kencang Terjadi di Solo dan Sekitarnya, Warganet Ramai Bikin Cuitan di Twitter

Bahaya lain, lanjut Jusri pemotor juga bisa tertimpa papan reklame atau pohon yang ada di sekitar jalan. Bukan hanya itu, cari tempat berhenti yang sekiranya aman dan nyaman untuk sementara.

"Langkah lebih baiknya lagi, berhenti ketika ada angin kencang, dan melanjutkan perjalanan lagi setelah sudah tidak ada angin. Langkah itu lebih baik dan potensi terjadinya kecelakaan cukup kecil," ucap Jusri.

Lantas, bagaimana menjaga agar angin kencang tak merobohkan Anda, berikut detailnya:

1. Sebelumnya, perkirakan kecepatan angin. Jika terlalu kencang dan bobot Anda plus sepeda motor tak kuasa menahan, lebih baik minggir dan mencari tempat untuk berhenti sejenak. Langkah ini dinilai lebih bijak karena terpaan angin yang terlalu kuat akan dengan mudah menerbangkan mobil sekali pun.

2. Perhatikan arah angin dengan melihat objek yang bergerak di sekitar. Jika angin berhembus dari sisi depan atau belakang Anda, kemungkinan terhempas lebih sedikit, meski tetap harus waspada dan menjaga keseimbangan.

3. Jika angin menerpa dari sisi samping, tekan setang lebih berat ke arah datangnya angin. Misalnya, angin datang dari kiri, tekan setang sedikit ke kiri untuk melakukan ”perlawanan”. Tekanan bergantung pada kekuatan angin, semakin angin berhembus kencang, seharusnya semakin kuat tekanan yang diberikan ke setang.

4. Gunakan kaki dan berat badan untuk menjaga sepeda motor tetap dalam posisi tegak. Usahakan tubuh bagian atas tetap rileks, yang diyakini membantu jaga keseimbangan jika sewaktu-waktu terdapat guncangan.

5. Usahakan posisi tubuh lebih rendah untuk mengurangi penampang yang diterpa angin.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved