Breaking News:

Baca Pembelaan Kasus Konser Dangdut, Wakil DPRD Tegal Minta Tak Dihukum, Singgung Acara Habib Syekh

Dalam pembacaan eksepsinya, Wasmad juga menyebutkan kegiatan besar serupa di Kota Tegal yang dilakukan semasa pandemi Covid-19.

Editor: Ilham Oktafian
kompas.com
Konser dangdut di Tegal, jadi viral karena membuat masyarakat bertanya, mengapa tak dibubarkan petugas kepolisian? 

TRIBUNSOLO.COM - Kasus viralnya konser dangdut di Tegal beberapa waktu lalu disidangkan.

Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo menyampaikan eksepsi atas dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang perdana di Pengadilan Negeri Kelas I A Tegal, Selasa (17/11/2020).

Ada beberapa poin keberatan yang disampaikan terdakwa penyelenggara konser dangdut di Kota Tegal, Wasmad, di hadapan majelis hakim.

Wasmad mengatakan, ia keberatan dengan Pasal 93 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan yang diterapkan oleh JPU.

Ia menilai, penerapan pasal tersebut dalam perkara ini tidak pas dan merupakan kesalahan besar.

Baca juga: Nasib Kapolsek Tegal Selatan, Buntut Konser Dangdut Viral, Kini Dinonaktifkan dan Diperiksa Propam

Menurut Wasmad, kekeliruan dan kesalahan juga dilakukan oleh penyidik kepolisian.

Ia mengatakan, yang berhak melakukan penyidikan dalam regulasi tersebut adalah Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).

Hal itu sesuai Pasal 1 ayat (32) UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

"Yang dijadikan sebagai dasar tuduhan utama atau menjerat terdakwa, ternyata bukan kewenangannya.

Karena yang berhak melaksanakan tindakan sanksi hukum adalah penyidik pegawai negeri sipil," ucap Wasmad membacakan eksepsi.

Baca juga: Gegara Konser Dangdut Viral, Polri Copot Kapolsek Tegal Selatan, Nasib Selanjutnya di Tangan Propam

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved