Breaking News:

Politeknik ATMI Surakarta Susun Skema Kompetensi Level 5 dan Level 6 Bidang Pemesinan, Ini Dampaknya

"Kegiatannya kita hari ini, melakukan review skema yang kita susun, kami mengundang BNSP yang expert di bidang permesinan,"

Editor: Ilham Oktafian
TribunSolo.com/Ilham Oktafian
Focus Group Discussion Penyusunan Tempat Uji Kompetensi Skema Bidang Permesinan Level 5 dan 6 KKNI Politeknik Atmi Surakarta di Hotel Harris Solo 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Politeknik ATMI Surakarta didapuk oleh Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Industri Direktorat Jendaral Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menyusun skema sertifikasi kompetensi dengan standart nasional.

Melalui Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Politeknik ATMI Surakarta bersama beberapa industri menyusun 15 skema Level 5 dan Level 6 di bidang permesinan

Ketua LSP Politeknik ATMI Surakarta Ana Ningsih ST M eng mengatakan pihaknya menyusun 15 skema tersebut dengan industri dan Asosiasi Industri Skala Nasional seperti PT Gisma, PT CNC Desain,  Asosiasi Industri Mesin Perkakas Indonesia (ASIMPI), PT YPTI, PT ATMI, LSP P3 LMI, PT IGI, IMDIA (Indonesian Mold and Dies Industry  Association) dan beberapa industri lain.

"Kita memang menggunakan skala nasional dan menyusun skema bersama mereka, karena sesuai dengan kebutuhan industri yang ada," ujarnya.

Selanjutnya, 15 skema tersebut akan ditinjau ulang agar sesuai dengan standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Baca juga: Ulang Tahun ke-50, ATMI Surakarta akan Gelar Music Consert Timur di De Tjolomadoe

"Kegiatannya kita hari ini, melakukan review skema yang kita susun, kami mengundang BNSP yang expert di bidang permesinan," paparnya.

"Untuk nanti malam kegiatannya focus group discussion tentang tempat penyusunan uji kompetensi, harapannya skema yang sudah kita susun memang digunakan oleh industri dan sesuai dengan standartnya," terangnya.

Selain itu, kegiatan lain yang telah dirampungkan beberapa waktu lalu, yakni penyusun materi uji kompetensi bersama pendidikan Vokasi yang lain, seperti Sekolah Vokasi UGM dan Sekolah Vokasi Undip.

"Itu kita susun bersama dan mendapat masukan terkait materi ujinya seperti apa, harapannya hari ini draft tempat uji kompetensi, dan draft skema yang telah sesuai dengan standart BNSP dan tempat standartnya sesuai dengan industri supaya link dan matchnya ada," katanya.

Baca juga: Agenda Penerimaan Mahasiswa Baru ATMI Surakarta

Diketahui jika lulusan Pendidikan Vokasi belum terserap secara maksimal oleh Industri.

Ada gap yang cukup curam antara lulusan Pendidikan Vokasi dengan dunia kerja dan kebutuhan Industri di Indonesia pada umumnya.

"Dengan kegiatan ini kita berharap memberi dampak, meski dimulai dari dampak yang kecil. Kita berharap membangun pendidikan vokasi secara umum," tandasnya.

Baca juga: Kunjungi ATMI Surakarta, Sri Adiningsih Mempertimbangkan Keunggulannya

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved