Breaking News:

Solo KLB Corona

Ada Pegawai Positif Corona, Pemkab Karanganyar Tetap Buka Pelayanan: Kantornya Disemprot Disinfektan

"Saya perintahkan untuk istirahat, beli es degan atau vitamin lainnya supaya lekas pulih," kata Juliyatmono kepada TribunSolo.com.

Penulis: Muhammad Irfan Al Amin | Editor: Ryantono Puji Santoso
TRIBUN-VIDEO.COM/RADIFAN SETIAWAN
Bupati Juliyatmono saat Dikusi Kamisan Mewah di gedung Tribunnews Solo, Jalan Adi Soemarmo, Kecamatan Klodran, Karanganyar kepada TribunSolo.com, Kamis (16/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR- Pemerintah Kabupaten karanganyar menyatakan tidak akan menutup kantor pemerintahan dan tetap membuka pelayanan meski pegawai di salah satu kantor ada yang dinyatakan positif Covid-19

Hal ini disampaikan oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono, yang mengimbau kepada pegawai yang positif Covid-19 untuk istirahat di rumah. 

"Saya perintahkan untuk istirahat, beli es degan atau vitamin lainnya supaya lekas pulih," kata Juliyatmono kepada TribunSolo.com pada Senin (23/11/2020). 

Baca juga: Debat Publik Pilkada Wonogiri Bakal Diamankan Dua Polres Sekaligus: Simpatisan Diminta Tak Hadir

Baca juga: Dirigen Pasoepati Maryadi Gondrong Incar Posisi Presiden Pasoepati, Janji Perhatikan Arus Bawah

Juliyatmono menyebut pelayanan akan dilaksanakan setelah sejumlah protokol kesehatan dilakukan. 

"Masyarakat tetap kami layani, setelah kantornya disemprot disinfektan, dan tetap dengan pengawasan protokol kesehatan," jelasnya. 

Dirinya meyakini, bila masyarakat dasarnya sehat, sering berolahraga dan makan-makanan sehat maka Covid-19 akan dengan cepat dan mudah untuk sembuh. 

"Kalau gaya hidupnya baik, Covid-19 akan mudah sembuh," ujarnya.

Saat ini penderita Covid-19 mencapai angka 265 orang yang terbagi atas dua kelompok. 

Kelompok pertama menjalani rawat inap di rumah sakit sebanyak 147 orang, dan yang isolasi mandiri sebanyak 118 orang. 

Mengenai tingginya jumlah penderita positif Covid-19, Juliyatmono berpendapat bahwa hal itu terjadi karena tingginya tracing di wilayahnya. 

"Saat ini kami melalui Dinas Kesehatan cukup gencar melakukan tracing kesehatan, lebih banyak daripada sebelumnya,"ucapnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved