Update Gunung Merapi

Hasil Swab Puluhan Pengungsi Gunung Merapi Negatif, Dinkes Klaten : Ke Depan Menyasar Semuanya

Sebanyak 32 orang yang menjalani swab yakni dari Desa Tegalmulyo dan Balerante, Kabupaten Klaten.

TribunSolo.com/Adi Surya
ILUSTRASI : Warga tengah menjalani swab test untuk memastikan terpapar Corona atau tidak di halaman Balai Kota Solo, Sabtu (18/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Sebanyak 23 warga yang menjalani swab test di pengungsian Gunung Merapi Kabupaten Klaten mendapatkan hasil yang memuaskan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Klaten, Anggit Budiarto mengatakan 32 orang yang menjalani swab yakni dari Desa Tegalmulyo dan Balerante.

"Swab 32 warga pengungsian Merapi di dua desa, dan hasilnya negatif semua," kata Anggit kepada TribunSolo.com, Jumat (27/11/2020).

Anggit menambahkan pemeriksaan yang telah dilakukan dua minggu yang lalu dengan metode sampling, sehingga tidak semua menjalani tes tersebut.

Baca juga: Satgas Covid Ingatkan Potensi Klaster Libur Panjang, Minta Masyarakat Belajar Pengalaman Sebelumnya

Baca juga: Lima ASN Pemkab Sragen Positif Covid-19, Kantor Dinas Penanaman Modal Ditutup 10 Hari 

"Kami melakukan pemeriksaan secara sampling saja, sehingga tidak semua warga diperiksa swab," kata Anggit.

Lebih lanjut, Anggit mengatakan pihaknya berencana akan melakukan swab kepada seluruh warga pengungsi Merapi.

Namun, ia mengaku masih menunggu keputusan dari satgas Covid-19 Kabupaten Klaten

"Kemungkinan, ada rencana melaksanakan tes swab ke seluruh warga Merapi di Klaten, tapi masih belum ada keputusan dari satgas," jawabnya. 

Tanpa Izin

Baru-baru ini heboh dengan munculnya akun instagram @laharbara yang mengunggah sebuah video aktivitas guguran material Gunung Merapi, pada Jumat (27/11/2020).

Pemilik akun menuliskan caption yang menerangkan jika dirinya berada pada jarak 50 meter dari aktivitas vulkanik Gunung Merapi.

Baca juga: Viral Postingan Pendaki Naik ke Puncak Merapi saat Status Siaga, BPBD Boyolali Sebut Tak Mengetahui

Dalam videonya, terlihat jelas guguran material Gunung Merapi dengan disertai asap pekat.

"Bayangkan jika kamu yang berada di sini. Berada di 50 meter dari guguran lava, berada sejengkal dari kematian. Batu-batu sebesar gedung berguguran, berjatuhan tercerai berai. Suaranya melebihi dentum meriam/suara pesawat. Semua ini saya lakukan agar masyarakat Merapi paham bahaya Merapi, biar selalu waspada. Selalu mengikuti anjuran pihak-pihak terkait," tulis pemilik akun @laharbara.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved