Update Gunung Merapi

Terjadi 43 Kali Guguran di Gunung Merapi, BPBD Boyolali Sebut Belum Membahayakan Aktivitas Warga

Kemudian berdasarkan pengamatan visual, muncul asap putih dengan intensitas tebal setinggi 600 meter dari puncak.

TribunSolo.com/Adi Surya
Penampakan Gunung Merapi dari kawasan objek wisata Kali Talang, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jumat (6/11/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Aktivitas Gunung Merapi masih terbilang tinggi sampai hari ini, Sabtu (28/11/2020).

Berdasarkan data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi, Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, periode pengamatan Sabtu (28/11/2020), ada 43 kali guguran di Gunung Merapi. 

Selain itu, juga terjadi 45 hembusan di Gunung Merapi.

Baca juga: 2 Pedagang Pasar Gede Solo Positif Covid-19: Pasar Tetap Buka, Langsung Disemprot Disinfektan

Baca juga: Buaya Muara Sepanjang 2,9 Meter Terjebak di Parkiran Mall, Terungkap Simpan Telurnya di Ruko Kosong

Dalam status kegempaan Merapi, telah terjadi 43 kali guguran, 1 kali low frequency, 300 kali hybrid atau fase banyak.

Data yang disuguhkan juga menunjukan adanya 27 kali vulkanik dangkal, 5 kali tektonik, serta 45 kali hembusan.

Kemudian berdasarkan pengamatan visual, muncul asap putih dengan intensitas tebal setinggi 600 meter dari puncak.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPBD Boyolali Bambang Sinung menjelaskan, sampai saat ini pemantauan pada aktivitas Gunung Merapi dan warga yang berada di sekitar lingkaran Merapi di Boyolali terus dilakukan.

Berkaitan dengan guguran, diakuinya memang sering terjadi apalagi saat status Siaga seperti sekarang ini.

"Kami masih memantau sampai saat ini, dan untuk guguran Merapi, itu sudah sering terjadi," kata Bambang kepada TribunSolo.com, Minggu (29/11/2020).

Menurut dia, guguran Merapi tersebut masih jatuh sejauh 1 kilometer dari puncak Merapi.

Maka dari itu, Ia beranggapan guguran tersebut, belum membahayakan aktivitas masyarakat.

"Sejauh ini hanya sekilo saja dari puncak dan belum membahayakan untuk aktifitas Masyarakat Boyolali di Merapi," jawabnya. 

Sampai Hari Ini, Warga Satu Desa di Klaten Belum Mau Mengungsi, Padahal Berjarak 5 Km dari Merapi

Kondisi Gunung Merapi masih bergejolak sampai hari ini, Minggu (29/11/2020).

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved