Breaking News:

Penanganan Covid

Kasus Covid-19 Harian Tembus 6 Ribu, Epidemiolog: Kerumunan dan Libur Panjang Turut Jadi Faktor

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, ada 6.267 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Editor: Hanang Yuwono
Tribunnews/Irwan Rismawan
Warga melintas di dekat replika peti mati dan papan imbauan waspada Covid-19 yang terpasang di jalur pedestrian Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2020). Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebutkan positivity rate atau persentase kasus positif Covid-19 pada sepekan terakhir di Jakarta sebesar 13,1 persen, sementara WHO menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari lima persen. Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNSOLO.COM -- Kasus covid-19 harian di Indonesia masih mengalami peningkatan.

Bahkan, pada Minggu (29/11/2020) kasus positif tembus di angka 6 ribu.

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, ada 6.267 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Baca juga: 38 Tenaga Medis RSUD Kota Yogyakarta Positif Covid, Ini Rinciannya

Baca juga: 9 Bulan Vakum, Komunitas Pecinta Reptil Solo Raya Kopdar di Tengah Pandemi Covid-19

Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman, menyebut kerumunan karena aktivitas keagamaan dan libur panjang beberapa waktu turut mempengaruhi pertambahan kasus covid-19 di Indonesia.

Menurut Dicky masyarakat tidak perlu kaget dengan pertambahan kasus covid-19 yang tembus angka lebih dari 6 ribu, bahkan estimasi pemodelan epidemiologi kasus harian Indonesia harusnya mencapai 10 ribu.

“Kalau 5 ribu hingga 6 ribu (kasus) masih dibawah proyeksi terendah, jadi pekerjaan rumahnya masih banyak,” kata Dicky saat dihubungi, Minggu (27/11/2020).

Pemodelan tersebut menjadi dasar, karena cakupan testing di Indonesia masih rendah. Dicky menjelaskan cakupan testing harian yang rendah itu membuat penurunan atau kenaikan kasus tidak bisa menjadi acuan.

“PR kita untuk meningkatkan cakupan testing sangat besar, prediksi saya minimal itu 100 ribu testing, dimana provinsi besar (harusnya) testing mencapai 30 ribuan, seperti Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah. Ini harusnya di 30 ribu dari eskalasi pandemi mereka,” kata Dicky Budiman

“Jadi jangan terlalu kaget karena memang banyak sekali yang belum terdeteksi,” lanjutnya.

Kerumunan massa dan libur panjang menurut Dicky juga menjadi penyumbang penambahan kasus, apalagi ditambah dengan penyelenggaraan Pilkada.

Dengan cakupan testing yang rendah saja angka penularan diketahui meningkat, tak memungkiri jika testing dan tracing dilakukan secara massal dan intens penambahan kasus akan makin banyak terdeteksi.

“Dengan cakupan angka testing yang rendah kita sudah mendapat angka sebegitu banyak. Apalagi cakupannya banyak, otomatis yang sesuai pemodelan itu yang memang sudah terbukti cukup akurat di berbagai negara, akan terlihat,” kata Dicky

“Jadi kalaupun nanti testing ditingkatkan dan kasus terdeteksi 10 ribuan ya tidak usah kaget, itu hal yang memang sudah harus terdeteksi saat ini,” lanjutnya.

Catatan Redaksi: Bersama-kita lawan virus corona. TribunSolo.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Kasus Covid-19 Harian Tembus 6 Ribu, Epidemiolog Sebut Kerumunan dan Libur Panjang Turut Jadi Faktor

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved