Sungai Klaten Meluap

Anak Sungai Meluap, Taman Lampion Klaten Terendam

Akibat hujan deras, aliran anak sungai di Kampung Ngingas Lor, Kelurahan Bareng Lor, Kecamatan Klaten Utara, hingga merendam Taman Lampion Klaten

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Muhammad Irfan Al Amin
tribunsolo.com/mardonwidiyanto
Sebagian Taman Lampion Klaten Terendam Air, karena Meluapnya Anak Sungai, di Ngingas Lor, Bareng Lor, Kecamatan Klaten Utara, Kamis, (10/12/2020) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Akibat hujan deras, aliran anak sungai di Kampung Ngingas Lor, Kelurahan Bareng Lor, Kecamatan Klaten Utara, meluap hingga merendam Taman Lampion Klaten, Kamis, (10/12/2020).

Selain itu, diduga anak sungai itu meluap karena banyak sampah yang larut dalam derasnya anak sungai tersebut.

Baca juga: Air Sungai Meluap, 4 Kecamatan di Klaten Dilanda Banjir, Ketinggian Air Capai 60 Cm

Baca juga: Evaluasi Pilkada Klaten 2020 : KPUD Klaten Sempat Khawatirkan Erupsi Merapi

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunSolo.com, hujan deras mengguyur Kabupaten Klaten mulai pukul 14.00 WIB.

Kemudian pukul 15.00 WIB, anak sungai yang melewati kampung Ngingas Lor, Kelurahan Bareng Lor, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten mulai meluap.

Akibatnya sebagian Taman Lampion Klaten terendam.

Berdasarkan pantauan TribunSolo.com di lokasi pukul 17.25 WIB, anak sungai tersebut terlihat masih meluap.

Terlihat, air luapan tersebut masuk ke area parkir dan sebagian lokasi bermain di taman tersebut.

Saat ditemui TribunSolo.com, Aziz (35) warga Ngingas Lor, Kelurahan Bareng Lor Kecamatan Klaten Utara, mengaku aliran anak sungai ini mulai meluap pukul 15.00 WIB.

Ia menduga anak sungai ini meluap karena banyaknya sampah, di sepanjang aliran anak sungai tersebut.

"Anak sungai ini mulai meluap pukul 15.00 WIB, kami duga luapan ini karena sampah menumpuk disini," kata Aziz, Kamis (10/12/2020).

Lanjut, Aziz mengatakan setiap hujan deras, anak sungai ini meluap.

Ia menambahkan warga sering mencium bau tak sedap di sepanjang aliran anak sungai ini.

"Disini dekat dengan TPA, sampah dari sana terbawa aliran anak sungai ini, sehingga warga sering mencium tak sedap," jawabnya.

"Ya harapan kami, TPA ini bisa dikelola lebih baik, sehingga sampah di TPA tidak sampai beterbangan dan masuk aliran anak sungai ini," harapnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved