Breaking News:

Berit Gunung Merapi

Update Gunung Merapi 12 Desember 2020: Terjadi 6 Kali Guguran, Kawah Putih Tertutup Hujan

cuaca mendung dan hujan, dengan angin bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara sekitar 16 hingga 25,1 derajat Celcius, dengan kelembaban udara 72 samp

TribunSolo.com/Adi Surya
Plang tulisan 'Awas !! Bencana Letusan Gunung Merapi' terpasang di kawasan objek wisata Kali Talang, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Kondisi Gunung Merapi masih berada di status siaga hingga Sabtu (12/12/2020).

Kawah Gunung Api aktif di pulau Jawa, tak terlihat, tertutupi kabut hujan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunSolo.com dalam laporan pengamatan aktivitas Gunung Merapi oleh KESDM, Badan Geologi, PVMBG, BPPTKG, Sabtu (12/12/2020) pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB, cuaca mendung dan hujan, dengan angin bertiup lemah ke arah timur.

Suhu udara sekitar 16 hingga 25,1 derajat Celcius, dengan kelembaban udara 72 sampai 78 persen.

Selain itu, teramati di Gunung Merapi miliki tekanan udara 625,3 hingga 686,5 mmHg serta volume curah hujan 8 milimeter perhari.

Baca juga: Pemkab Klaten Telah Ajukan Berkas Pencairan Ganti Rugi Tol Solo-Jogja Ke LMAN, Tunggu Pencairannya

Baca juga: Revitalisasi The New Kemukus akan Ada Wisata Religi dan Keluarga, Target Selesai Oktober 2021

Baca juga: Evaluasi Pilkada Klaten 2020 : KPU Klaten Sempat Khawatirkan Erupsi Merapi

Baca juga: Berikut Hasil Pilkada di 3 Desa Sekitar Lereng Merapi, Pasangan MULYO Di Atas Angin

Kemudian berdasarkan hasil pantauan visual, gunung Merapi tertutupi kabut, asap kawah putih tidak teramati.

Tercatat ada 6 kali guguran dengan panjang gelombang 4-25 milimeter dan durasi 12,2 hingga 19,5 detik.

Lalu, Merapi mengeluarkan hembusan sebanyak 13 kali dengan panjang gelombang 3 hingga 10 milimeter serta durasi 9,3 hingga 21,4 detik.

Lanjut, Merapi juga mengeluarkan low frekuensi sebanyak sekali dengan getaran 11 milimeter serta durasi 28,8 detik.

Kemudian untuk fase banyak di gunung Merapi terjadi 66 kali dengan panjang gelombang 3 sampai 30 Milimeter.

Serta vulkanik dangkal sebanyak 13 kali, dengan panjang gelombang 45 sampai 75 milimeter dengan durasi 14,6 sampai 53,4 detik.

(*)

Penulis: Mardon Widiyanto
Editor: Agil Tri
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved