Video Viral 'Dinosaurus' Ngamuk di Magetan, Ternyata Begini Kisah Sebenarnya

Video Viral 'Dinosaurus' Ngamuk di Magetan, Ternyata Robot Bikinan Bengkel Lokal

Editor: Aji Bramastra
Instagram
Video viral sebuah robot Dinosaurus yang diambil dari Mojosemi Park, Magetan. 

TRIBUNSOLO.COM, MAGETAN - Video sejumlah orang termasuk personel TNI menjinakkan dinosaurus di Magetan, viral di media sosial belakangan ini.

Dinosaurus bercula itu terlihat mengamuk saat diturunkan dari truk.

Baca juga: VIRAL Video Curhat Perempuan Berpacaran 10 Tahun, Malah Ditinggal Nikah Sama Kekasihnya

Satu video yang menampilkan dinosaurus itu bisa dilihat di akun Twitter All About Magetan @magetanbanget yang diunggah pada Senin (14/12/2020) pukul 15.57 WIB.

Dalam video tersebut, terlihat bahwa lokasi penjinakan dinosaurus berada di Mojosemi Forest Park, Magetan, Jawa Timur.

Hingga Selasa (15/12/2020) pagi, unggahan video All About Magetan telah mendapat 2 ribu likes dan seribu retweet.

Warganet juga tidak ketinggalan meramaikan kolom komentar unggahan video tersebut.

Mereka penasaran apakah dinosaurus tersebut asli atau bukan.

Terkait viralnya video tersebut, Kompas.com menghubungi pihak Mojosemi Forest Park, di Magetan, Jawa Timur. 

Pengelola Mojosemi Forest Park, Magetan, Nanang Sedayu mengatakan, video tersebut diambil pada Senin (14/12/2020) dan berlokasi di Mojosemi Forest Park.

Sedayu mengatakan, video tersebut merupakan promosi dari pihak pengelola untuk memperkenalkan wahana baru yang ada di tempat wisata itu, yakni Mojosemi Dinosaurus Park.

"Itu sebagai bagian promo kami. Di dalam (Mojosemi Forest Park) itu ada wahana baru, Dinosaurus Park, yang ada beberapa macam dinosaurus di dalamnya, termasuk yang kemarin kami turunkan," kata Sedayu saat dihubungi Kompas.com, Selasa (15/12/2020).

Dia mengatakan, di Dinosaurus Park ada 15-20 spesies dinosaurus yang dipamerkan kepada pengunjung. "Ada T-Rex, terus (dinosaurus) leher panjang, sama yang kemarin itu," kata Sedayu.

Sedayu mengatakan, wahana Dinosaurus Park sudah dibuka sejak awal tahun 2019 lalu.

Namun, karena ada pandemi virus corona, maka jumlah pengunjung yang datang berkurang drastis. 

"Makanya semoga pandemi ini segera berlalu, mudah-mudahan bisa ramai lagi," kata Sedayu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved