Breaking News:

Terkait Kotak Amal Diduga Danai Kelompok Teroris JI, MUI: Polisi Jangan Hanya Buat Gaduh

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas meminta bukti kepada pihak kepolisian terkait dugaan adanya kotak amal yang diduga untuk.

Tribunnews.com/ Rizal Bomantama
Anwar Abbas 

TRIBUNSOLO.COM - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas meminta bukti kepada pihak kepolisian terkait dugaan adanya kotak amal yang diduga untuk mendanai teroris.

Menurut Anwar temuan pihak polisi tersebut telah membuat gaduh dan membuat masyarakat takut untuk beramal.

Sebelumnya, polisi telah mengungkap 20.068 kotak amal yang diduga untuk mendanai kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) tersebar di 12 daerah.

"Saya harap polisi jangan mempergunakan bahasa yang buat gaduh, banyak 20 ribu, apa semuanya yang seperti itu? coba dibuktikan," kata Anwar saat dihubungi Tribunnews, Jumat (18/12/2020).

Anwar mendukung polisi untuk mengusut tuntas temuan tersebut.

Baca juga: Berbisnis Lobster 14 Tahun, Warga Sukoharjo Ini Sempat Kena Dampak Badai, Rugi Puluhan Juta Rupiah

Baca juga: Bukan Soal Jatah Kursi Mensos, FX Rudy Pergi ke Jakarta Temui Menteri Tito Karnavian, Ini Bahasannya

Baca juga: Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo Bakal Bertolak ke Jakarta, Terkait Kursi Menteri Sosial?

Dia juga mendorong, semua pihak dilibatkan dalam membuktikan kebenaran soal kotak amal yang diduga menadanai kelompok JI.

Bahkan jika perlu, yayasan yang diduga terafiliasi dengan JI turut diungkap ke publik agar masyarakat bisa tahu.

"Usut tuntas dijelaskan biar masyarakat  tahu, yayasan apa, nanti masyarakat juga memeriksa benar atau tidak. Mengusut tuntasnya ini yang benar, jangan hanya polisi saja yang mengklarifkasi, masyarakat juga mengklarifikasi," ujarnya.

"Dan yang membuktikannya bukan hanya polisi, ramai-ramai membuktikannya, melibatkan masyarakat, kelompok independen dan ahli-ahli, ayo supaya tenang negeri ini, jangan main tuduh-tuduhan," pungkasnya.

Sebelumnya, Kepolisian RI membeberkan rincian jumlah kotak amal milik Yayasan Abdurrahman Bin Auf (ABA) yang diduga menjadi sumber pendanaan organisasi teroris Jamaah Islamiyah (JI).

Halaman
12
Editor: Reza Dwi Wijayanti
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved