Kongres Pasoepati 2020

Belum Dimulai, Penasihat Pasoepati Sebut Kongres Pasoepati Salahi Prosedur

Dewan Penasihat Pasoepati Ginda Ferachtriawan mengkritisi kongres Pasoepati yang sedia digelar 10 Januari 2020. Ginda sapaan akrabnya menilai kongres

Tayang:
Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Agil Trisetiawan
TRIBUNSOLO.COM/ADI SURYA SAMODRA
Ginda Ferachtriawan dan Gibran Rakabuming Raka membentangkan slayer bertuliskan 'Samber Nyawa' bersama perwakilan suporter di Kopilih, Solo, Rabu (12/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dewan Penasihat Pasoepati Ginda Ferachtriawan mengkritisi kongres Pasoepati yang sedia digelar 10 Januari 2020.

Ginda sapaan akrabnya menilai kongres pasoepati tersebut berpotensi cacat legalitas lantaran tak mematuhi AD/ART.

"Setahu saya AD/ART sudah diamandemen, dimana masa jabatan Majelis dan DPP berlaku 2 tahun," katanya Minggu (3/1/2021).

"Nah yang sekarang jadi panitia, Majelis dan DPP masih berlaku? Karena amanatnya kan 2 tahun," imbuhnya.

Baca juga: Daftar 3 Calon Presiden Pasoepati Pengganti Aulia Haryo, Bakal Adu Gagasan di Depan Dosen UNS

Baca juga: Bhayangkara Solo FC Bermarkas di Solo, Bagaimana Arah Dukungan Suporter? Ini Tanggapan DPP Pasoepati

Baca juga: Imbas Bhayangkara FC ke Solo, Pentolan Pasoepati Yakin Dukungan ke Persis Tak Akan Terbelah

Baca juga: Agar Bisa Tanding Pemain Liga 1 & 2 Akan Disuntik Vaksin, Persis Solo : Yang Penting Ditanggung LIB

Diketahui jika kongres serupa dihelat 2 tahun silam, dimana Aulia Haryo Suryo dan Surya Panca terpilih memimpin Pasoepati periode 2018-2020.

Dalam hitung hitungan Ginda, semestinya di tahun ini jabatan Majelis maupun DPP sudah habis dan harus ditata ulang.

"Kalau di pemerintahan misalkan jabatan Walikotanya habis dan Walikota baru belum diangkat maka dibentuk PLT," ujarnya.

"Saya bertanya, panitia ini siapa, dasar dan SK yang dipakai milik siapa?," imbuhnya.

Ia pun berharap panitia maupun Majelis Kongres Pasoepati segera dirombak agar tak menimbulkan kecurigaan akan asas netralitas.

"Sebagai penasehat, kongres harus tetap dilakukan sesuai tanggalnya, mumpung masih ada waktu maka segera dibentuk pra konggres untuk menyamakan persepsi," paparnya.

"Ayo duduk bersama dulu lah," pungkasnya.

Pasoepati saat mendukung Persis Solo di laga melawan PSPS Riau, Minggu (29/4/2018).
Pasoepati saat mendukung Persis Solo di laga melawan PSPS Riau, Minggu (29/4/2018). (TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO)

Ada Tiga Kandidat

Kongres tersebut bakal memilih presiden anyar menggantikan Aulia Haryo Suryo yang tak melanjutkan kepemimpinan.

Ketua Majelis Pasoepati, Ekya Sih Hananto menuturkan konggres digelar di Hotel Horizon Aziza Solo pada 10 Januari 2020.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved