Kongres Pasoepati 2020
Belum Dimulai, Penasihat Pasoepati Sebut Kongres Pasoepati Salahi Prosedur
Dewan Penasihat Pasoepati Ginda Ferachtriawan mengkritisi kongres Pasoepati yang sedia digelar 10 Januari 2020. Ginda sapaan akrabnya menilai kongres
Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Agil Trisetiawan
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dewan Penasihat Pasoepati Ginda Ferachtriawan mengkritisi kongres Pasoepati yang sedia digelar 10 Januari 2020.
Ginda sapaan akrabnya menilai kongres pasoepati tersebut berpotensi cacat legalitas lantaran tak mematuhi AD/ART.
"Setahu saya AD/ART sudah diamandemen, dimana masa jabatan Majelis dan DPP berlaku 2 tahun," katanya Minggu (3/1/2021).
"Nah yang sekarang jadi panitia, Majelis dan DPP masih berlaku? Karena amanatnya kan 2 tahun," imbuhnya.
Baca juga: Daftar 3 Calon Presiden Pasoepati Pengganti Aulia Haryo, Bakal Adu Gagasan di Depan Dosen UNS
Baca juga: Bhayangkara Solo FC Bermarkas di Solo, Bagaimana Arah Dukungan Suporter? Ini Tanggapan DPP Pasoepati
Baca juga: Imbas Bhayangkara FC ke Solo, Pentolan Pasoepati Yakin Dukungan ke Persis Tak Akan Terbelah
Baca juga: Agar Bisa Tanding Pemain Liga 1 & 2 Akan Disuntik Vaksin, Persis Solo : Yang Penting Ditanggung LIB
Diketahui jika kongres serupa dihelat 2 tahun silam, dimana Aulia Haryo Suryo dan Surya Panca terpilih memimpin Pasoepati periode 2018-2020.
Dalam hitung hitungan Ginda, semestinya di tahun ini jabatan Majelis maupun DPP sudah habis dan harus ditata ulang.
"Kalau di pemerintahan misalkan jabatan Walikotanya habis dan Walikota baru belum diangkat maka dibentuk PLT," ujarnya.
"Saya bertanya, panitia ini siapa, dasar dan SK yang dipakai milik siapa?," imbuhnya.
Ia pun berharap panitia maupun Majelis Kongres Pasoepati segera dirombak agar tak menimbulkan kecurigaan akan asas netralitas.
"Sebagai penasehat, kongres harus tetap dilakukan sesuai tanggalnya, mumpung masih ada waktu maka segera dibentuk pra konggres untuk menyamakan persepsi," paparnya.
"Ayo duduk bersama dulu lah," pungkasnya.
Ada Tiga Kandidat
Kongres tersebut bakal memilih presiden anyar menggantikan Aulia Haryo Suryo yang tak melanjutkan kepemimpinan.
Ketua Majelis Pasoepati, Ekya Sih Hananto menuturkan konggres digelar di Hotel Horizon Aziza Solo pada 10 Januari 2020.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/gibran-rakabuming-raka-membentangkan-slayer-bertuliskan-samber-nyawa-suporter-pasoepati.jpg)