Update Gunung Merapi

Merapi Muntahkan Lava Pijar, BPPTKG: Turun Hingga Jangkauan 400 Meter

Aktivitas Gunung Merapi mengalami peningkatan setiap waktunya. Meski demikian, belum ada indikasi munculnya wedhus gembel atau awan panas.

TribunSolo.com/PVMBG Gunung Merapi
Kondisi Gunung Merapi yang masih mengeluarkan lava pijar, Selasa (5/1/2021) sekira pukul 18.55 WIB. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Aktivitas Gunung Merapi mengalami peningkatan setiap waktunya.

Meski demikian, belum ada indikasi munculnya wedhus gembel atau awan panas.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida saat ditemui TribunSolo.com menyebutkan, kondisi Merapi saat ini belum mengalami fase keluarnya wedhus gembel.

Baca juga: Meski Merapi Muntahkan Lava Pijar, BPBD Klaten Sebut Warganya di Lereng Gunung Masih Kondusif

Baca juga: Ratusan Pengungsi Merapi di Desa Balerante Pilih Pulang ke Rumah: Mengaku Jenuh, Ternak Ikut Dibawa

Ia menyebutkan, kondisi Merapi saat ini masih dalam tahap awal erupsi.

"Belum, ini masih awal fase erupsi, saat ini belum keluar wedhus gembel atau awan panas, " kata Hanik, Rabu (6/1/2021), saat ditemui TribunSolo.com.

Munculnya wedus gembel akan terlihat bila kubah lava makin bertumbuh.

Bertumbuhnya kubah lava Merapi itu berarti awan panas alias wedus gembel itu akan muncul.

"Ini masih terus berlanjut, munculnya awan panas kita belum bisa memprediksi," akunya.

Hanik mengatakan terjadi peningkatan yang tercatat di Electronik Distance Measurement (EDM) secara perlahan.

Hingga mencapai puncaknya 22 Desember 2020, terjadi peningkatan sebesar 21 cm per hari.

Baca juga: Cara Relawan Hibur Para Pengungsi Gunung Merapi: Bawa Layar dan Proyektor, Gelar Nobar

"Terjadi peningkatan EDM hingga puncak 22 Desember lalu, namun saat ini sudah terjadi penurunan dan sudah kembali ke 11 sentimeter per hari," kata Hanik.

Hanik menyebutkan, Merapi pada Selasa (5/1/2021) malam muncul lava pijar.

Dia menyebutkan muncul 4 guguran lava pijar di Gunung Merapi.

"Tadi malam terjadi lava pijar sebanyak 4 kali, dan turun hingga jangkauan sejauh 400 meter," ujarnya.

Meskipun terjadi lava pijar Gunung Merapi, pihak belum menaikan status Merapi lebih tinggi.

Meskipun masih berstatus siaga, Hanik menghimbau kepada masyarakat tetap waspada terkait status Merapi.

"Status Merapi belum meningkat, karena stasus kaitannnya dengan potensi bahaya, karena pontensi bahayanya masih dijarak 5 km, sehingga kami belum menaikan pontensi bahaya," jawabnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved