Berita Klaten Terbaru

Putusan Hakim Kepada 2 Warga Klaten Pengeroyok Maling Sepeda Berakhir Ricuh, Langsung Minta Banding

Pasca putusan vonis kedua terdakwa oleh majelis hakim, membuat kedua keluarga terdakwa tidak terima dan berakhir ricuh

TribunSolo.com/MardonWidiyanto
Suasana pembacaan vonis sidang di Pengadilan Negeri Klaten terhadap dua orang penganiaya maling sepeda 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Pasca putusan vonis kedua terdakwa oleh majelis hakim, membuat kedua keluarga terdakwa tidak terima dan berakhir ricuh.

Mereka sangat kecewa terhadap keputusan hakim yang memvonis kedua orang warga Glodogan, Klaten Selatan, Klaten bersalah, padahal telah menangkap pencuri sepeda.

Baca juga: Karena Penganiayaan Pencuri Sepeda, 2 Orang Warga Klaten Divonis Pidana Kurungan 3 Bulan 15 Hari

Baca juga: Panik Diteriaki, Maling Sepeda Motor di Surabaya Jatuh saat Hendak Kabur, Nyaris Tewas Dihajar Massa

Berdasarkan pantauan TribunSolo.com, pukul 13.47 WIB putusan majelis hakim terkait kasus yang menimpa dua warga Glodogan, Sapto dan Rohmad telah dibacakan.

Saat itu, terdapat keluarga, tetangga hingga kerabat korban hadir dalam persidangan yang dilakukan secara daring.

Setelah mendengar putusan itu, sontak keluarga terdakwa terdiam.

Terlihat ada menangis setelah mendengar putusan dari hakim.

Dari raut wajah semua yang hadir terpampang rasa kecewa dengan putusan hakim tersebut.

Ada yang tak bisa membendung perasaan kekecewaan hingga menendang bangku yang ia duduki.

Hingga salah satu keluarga terdakwa melempar botol ke bawah layar TV.

Merekapun sempat berteriak, tak menerima dengan keputusan majelis hakim.

Beberapa kerabat ada mencoba menenangkan keluarga terdakwa yang marah dan menangis mendengar putusan itu.

Bahkan, istri dari terdakwa Rohmad pingsan sehingga harus digotong sejumlah kerabatnya.

Kepada TribunSolo.com, kerabat terdakwa yang bernama Danang Widiandono (36) mengaku sangat kecewa dengan hasil putusan majelis hakim.

Lanjut, ia dengan tegas pihaknya akan mengajukan banding ke pengadilan tinggi.

"Langsung berangkat banding, karena kami sangat tidak puas dengan kinerja aparat hukum di Klaten," tegas Danang.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved