Abu Bakar Baasyir Bebas

5 Fakta Kepulangan Abu Bakar Baasyir, Soroti Flyover Manahan saat Melintasinya

Abu Bakar Ba'asyir tiba di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jumat (8/1/2021) pukul 13.40 WIB.

Tayang:
Penulis: Naufal Hanif Putra Aji | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
TribunSolo.com / Agil Tri
Abu Bakar Ba'asyir melambaikan tangan saat berada di atas kursi roda di kompleks Pondok Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Sukoharjo. 

TRIBUNSOLO.COM - Abu Bakar Ba'asyir tiba di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jumat (8/1/2021) pukul 13.40 WIB.

Dari pantauan TribunSolo.com, Abu Bakar Ba'asyir datang dengan mobil dan langsung masuk dalam pondok pesantren.

Baca juga: Tak Pakai Pesawat Tapi Tempuh Jalur Darat 8 Jam, Abu Bakar Baasyir Kuat, Tak Keluhkan Kesehatannya

Ada mobil hitam yang masuk pertama kemudian diikuti mobil putih.

Terkait kepulangannya berikut TribunSolo rangkum 5 fakta terbarunya.

1. Kegiatan Pertama Abu Bakar Ba'asyir Tiba di Rumah : Salat di Masjid Ponpes Ngruki, Menyapa Santri

Jubir Ponpes Ngruki, Endro Sudarsono mengatakan, kegiatan pertama saat Abu Bakar Ba'asyir sampai yakni menuju rumahnya terlebih dahulu di lingkungan pesantren.

Setelah sampai di rumahnya, sosok yang bebas setelah menjalani hukuman akibat kasus terorisme itu, kemudian menyempatkan diri menyapa sanyri dari jarak yang jauh.

Dia melambaikan tangan beberapa kali.

Penampakan Abu Bakar Baasyir di Ponpes Al Mukmin Ngruki Sukoharjo, setelah bebas dari masa pidana 15 tahun penjara di Rutan Gunung Sindur Bogor, Jumat (8/1/2021).
Penampakan Abu Bakar Baasyir di Ponpes Al Mukmin Ngruki Sukoharjo, setelah bebas dari masa pidana 15 tahun penjara di Rutan Gunung Sindur Bogor, Jumat (8/1/2021). (TribunSolo.com/Agil Tri)

 

Setelah itu salat dan makan bersama rombongan.

Bahkan warga Ponpes Al Mukmin Ngruki mulai santri hingga ustaz menyambut kepulangan Abu Bakar Ba'asyir dengan pekikan Allahu Akbar. 

Saat itu Abu Bakar Ba'asyir terlihat menggunakan kursi roda di pintu masjid.

2. Abu Bakar Ba'asyir Kagum Komentari Flyover Manahan

Setelah sekian lama tak melihat suasana bebas, Abu Bakar Ba'asyir terhenyak saat melewati Kota Solo, Jumat (8/1/2021).

Mantan terpidana terorisme yang bebas setelah masa tahanan 15 tahun itu langsung pulang.

Ba'asyir bertolak dari Lapas Khusus Kelas II A Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jabar pukul 05.21 WIB menuju ke kediamannya.

Yakni di Ponpes Al-Mukmin Ngruki, Dukuh Ngruki RT 04 RW 17, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

ILUSTRASI : Pengendara melintas di Flyover Manahan Kota Solo yang beberapa hari ini dibuka untuk umum, Senin (24/12/2018).
ILUSTRASI : Pengendara melintas di Flyover Manahan Kota Solo yang beberapa hari ini dibuka untuk umum, Senin (24/12/2018). (TRIBUNSOLO.COM/ASEP ABDULLAH ROWI)

 

Rombongan Ba-asyir menggunakan jalur darat alias mobil di antaranya keluar dari pintu Tol Klodran, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. 

Sehingga rombongan melewati Kota Solo, saat perjalanan menuju Ponpes Ngruki.

Mereka tiba pukul 13.40 WIB.

Menurut Kuasa Hukum Ba'asyir, Ahmad Mihdan, sepanjang perjalanan kedua putra Ba'asyir memberitaukan perkembangan Kota Solo.

Termasuk pembangunan Kota Solo, yang saat ini memiliki Flyover Manahan. 

"Selama diperjalanan dua putranya menjelaskan kondisi Solo, seperti flyover," kata dia.

"Saat melintas di Flyover Manahan, Ustadz Abu mengatakan ini Solo yang baru," imbuhnya.

Baca juga: Abu Bakar Baasyir Masih Akan Dakwah,Putranya Janji Ayahnya Dibentengi dari Bisikan Kelompok Radikal

3. Keluarga Siap Bentengi dari Paham Radikalisme : Kembali ke Al-Qur'an

Putra Ba'asyir, Abdul Rochim mengatakan, paham radikalisme tidak hanya dari kelompok ISIS saja, tapi dari kelompok radikalisme lainnya. 

"Apapun pemikiran dan cara berfikir tidak benar, berlebih-lebihan, ekstrimisme dan sebagainya, apapun namanya ISIS atau tidak ISIS, akan diupayakan dijauhkan," kata dia, Rabu (8/1/2020).

Ba'asyir sendiri sebelumnya divonis 15 tahun hukuman penjara oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada 2011. Putusan itu tak berubah hingga tingkat kasasi.

Ba'asyir dianggap terbukti secara sah dan meyakinkan menggerakkan orang lain dalam penggunaan dana untuk melakukan tindak pidana terorisme.

"Dari pihak keluarga semampunya, dan kita berikan penjelasan untuk menjauhkan pemikiran demikian," ucapnya. 

Pria yang akrab disapa Iim itu memiliki cara tersendiri untuk menjauhkan Ba'asyir dari kelompok paham radikalisme. 

Pihaknya akan meluruskan pemahaman radikalisme tersebut dengan ilmu. 

"Caranya terbaik untuk meluruskan atau menghadapi pemikiran itu dengan ilmu," katanya. 

"Kita kembalikan pandangan itu dengan ilmunya, bagaimana Al-quran dan sunah rosullulah mengajarkan Islam yang benar," jelasnya. 

"Ketika kita bisa kembali yang benar dengan ilmu yang luas, maka akan ada keseimbangan ilmu dalam berpandangan. Upaya seperti itu insya allah yang akan dilakukan," terangnya. 

4. Warga Pesantren Langsung Pekikan 'Allahu Akbar'

Warga Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki menyambut kepulangan Abu Bakar Ba'asyir. 

Mereka tampak semangat menyambut kepulangan Abu Bakar Ba'asyir.

Pekikan Allahu Akbar beberapa kali terdengar setibanya rombongan Abu Bakar Ba'asyir tiba di Pondok Pesantren Al - Mukmin, Ngruki, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. 

Dari pantauan TribunSolo.com, Abu Bakar Ba'asyir terlihat menggunakan kursi roda. 

Baca juga: Lama Tak Lihat Kota Solo, Abu Bakar Baasyir Kagum Komentari Flyover Manahan : Ini Solo yang Baru

5. Abu Bakar Ba'asyir Jalani Tes Kesehatan Ulang, Iim : Tidak Isolasi Mandiri

Ba'asyir langsung diperiksa kesehatannya saat tiba di Ponpes Islam Al-Mukmin. 

Menurut kuasa hukumnya, Ahmad Mihdan, ini pemeriksa kesehatan kedua yang dilakukan Ba'asyir.

"Sebelum bebas, tadi dites kesehatannya. Semua baik, tensi dan detak jantungnya baik, dan seluruhnya sehat," ucapnya. 

Selama perjalanan dengan menggunakan mobil dari Bogor ke Sukoharjo, Ba'asyir tidak ada keluhan. 

Mihda mengatakan, kepulangan Ba'asyir ini dikawal oleh BNPT, Densus88, dan petugas Lapas. 

"Pengamanan perjalanan kita serahkan kepada densus. Dan itu dilakukan secara estafet, karena melewati beberapa wilayah dari Jabar ke Jateng," kata dia. 

"Kami ucapkan terimakasih, dalam kondisi pandemi memang butuh pengamanan," imbuhnya. 

Putra Ba'asyir Abdul Rochim Iim menambahkan, pihak keluarga akan melihat kondisi kesehatan Ba'asyir selama beberapa waktu.

"Setelah ini Ustadz Abu beristirahat di rumah. Kita tidak tau efek perjalan jauh ada apa. Kita fokus kekesehatan beliau," ucapnya. 

Terkait apakah Ba'asyir akan mejalankan isolasi mandiri, pria yang akrab disapa Iim itu mengatakan tidak melakukan isolasi mandiri.  

"Tidak menjalankan karantina mandiri, karena kondisinya sehat. Tapi kami upayakan beliau terjaga, agar terjaga dari resiko penularan," jelasnya. 

Panitia Penjembuatan Abu Bakar Ba'asyir, Endro Sudarsono menambahkan, Ba'asyir telah dites Covid-19 sebelum pulang. 

"Sudah dilakukan pemeriksaan rapid test antigen, dan hasilnya negatif," tandasnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved