Tips Pengereman Mobil saat Hujan Deras Agar Terhindar dari Kecelakaan, Pahami Karakter Rem Kendaraan

Bagaimana kiat berkendara dengan aman dan juga nyaman saat hujan deras? Berikut sejumlah tipsnya.

Penulis: Naufal Hanif Putra Aji | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Dok Otomotif
Ilustrasi mengemudi di hujan deras. 

TRIBUNSOLO.COM - Kecelakaan maut di Jalan Tol Semarang - Solo yang menewaskan Chacha Sherly, menjadi perdebatan netizen di media sosial.

Video detik-detik kecelakaan itu memunculkan debat, siapa pemicu kecelakaan tersebut.

Baca juga: Siapa Salah dalam Kecelakaan Chacha Sherly? Ini Penjelasan Polisi kenapa Sopir Chacha Jadi Tersangka

Dari rekaman yang beredar terlihat kalau kondisi jalan terlihat ramai lancar.

Namun keadaan jalanan sedang diguyur hujan.

Mobil yang merekam kondisi jalan itu awalnya berada di lajur kanan kemudian berpindah ke lajur kiri.

Dari arah lajur kanan satu per satu mobil pun melaju melintasi mobil yang merekam jalan tersebut.

Sedikitnya ada enam mobil yang melaju secara beruntun.

Namun, tiba-tiba satu mobil berada di paling depan melakukan rem mendadak sehingga mobil di belakang lainnya ikut mengerem.

Sementara itu, sebuah truk dari arah belakang tersentak dan berusaha menghindari sejumlah mobil yang berhenti di depannya.

Mobil truk tersebut membantingkan setir ke lajur kiri hingga akhirnya hilang kendali dan terguling.

Bagian belakang mobil truk membentur bagian samping mobil salah satu mobil.

Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol, M Rudy Syarifudin, truk yang hilang kendali itu bernopol B7378PGD.

Truk B7378PGD tersebut berusaha menghindari kendaraan di depannya sebelum terguling dan menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Saat itu mobil Chacha Sherly ada di belakang Pajero hitam. 

Kaget karena ada kecelakaan, mobil HR-V yang ditumpangi Chacha Sherly pindah ke jalur berlawanan, memutar arah ke arah Solo.

Mobil tersebut kemudian dihantam dari belakang oleh bus.

Terkait kejadian ini perlu adanya perhatian khusus dalam berkendara agar kejadian ini tidak terulang.

Baca juga: Penyebab Chacha Sherly Meninggal, Seusai Terlibat Kecelakaan di Tol: Ada Luka Parah di Bagian Kepala

Lalu, bagaimana kiat berkendara dengan aman dan juga nyaman saat hujan deras? Berikut sejumlah tipsnya dilansir dari Kompas.com dan Grid.com:

1.    Perlambat laju kendaraan

Hujan deras tentu membuat jalanan licin dan juga jarak pandang terbatas.

Itulah sebabnya seorang pengemudi harus menyetir lebih lambat untuk menghindari kecelakaan lalu lintas.

Hal itu akan membuat pengemudi memiliki kontrol lebih baik atas kendaraannya.

2.    Hindari pengereman mendadak

Selain kecepatan kendaraan, hal lain yang harus diperhatikan adalah pengereman. Pengemudi seyogianya tak mengerem secara mendadak saat hujan deras.

Sesuatu yang membahayakan pengemudi saat pengereman mendadak adalah aquaplaning. Ini merupakan kondisi mobil meluncur hilang kendali dalam kecepatan tinggi saat roda menginjak genangan sehingga roda seakan-akan melayang.

Itulah sebabnya penting bagi pengemudi untuk mengerem dengan cermat saat hujan deras dan juga memastikan kondisi rem selalu dalam kondisi prima.

3.    Perhatikan jarak aman kendaraan

Berdasarkan penelitian lembaga keselamatan berkendara, Brake, dalam situsnya, Jumat (8/1/2016), satu dari lima pengemudi (sekitar 22 persen) kesulitan untuk memperkirakan jarak mobil yang dikendarai dengan kendaraan di depannya saat hujan deras.

Lebih lanjut, menurut hasil penelitian itu, sebanyak 21 persen pengemudi lainnya ternyata tak menyisihkan cukup jarak dengan kendaraan di depannya saat hujan deras.

Artinya, jika pengemudi mengerem kendaraannya secara mendadak, maka kecelakaan serius bisa saja tidak terhindarkan.

Karena itu, jagalah selalu jarak aman kendaraan dengan kendaraan di depan Anda.

4.    Manfaatkan lampu kendaraan

Saat mengemudi di tengah hujan deras, lampu kendaraan tentu menjadi salah satu faktor penting.

Seperti ditulis telegraph.co.uk, Kamis (24/12/2015), lampu depan yang cukup terang membuat pengemudi merasa percaya diri saat menyetir, seperti yang umum pada kendaraan-kendaraan modern, yakni menggunakan lampu light emitting diode (LED).

Lampu bertipe LED pun, menurut digikey.com, Selasa (30/6/2015), lebih tahan lama hingga lebih dari 10 tahun dibandingkan lampu non-LED.

Selain itu, lampu jenis ini tidak menghasilkan panas seperti lampu halogen sehingga lebih hemat energi dan membuat aki bertahan lebih lama.

Lampu penting lainnya adalah sein. Maka dari itu, pastikan untuk selalu menyalakan lampu ini saat akan berbelok atau berpindah jalur.

Akan lebih baik pula bila lampu sein juga terpasang di kaca spion sehingga lebih memudahkan pengemudi lain yang datang dari samping.

Baca juga: Kecelakaan Maut Tol Solo-Ngawi KM 542 Tewaskan Satu Orang di Sragen, Saksi Duga Sopir Mengantuk

5.    Pengecekan berkala

Biasakan selalu mengecek kondisi kendaraan sebelum berangkat. Terlebih lagi, saat hujan deras, pengendara harus memastikan kondisi kendaraannya prima. Salah satunya adalah karet wiper.

Jangan sampai wiper tidak mampu menyapu air hujan dari permukaan kaca depan dengan bersih.

Akan lebih tenang juga jika mobil memiliki wiper belakang. Tujuannya tentu memudahkan pemantauan kondisi di buntut mobil secara lebih jelas, apalagi saat mundur.

6. Hindari genangan/banjir

Hujan yang deras akan menutupi semua jalanan bahkan sampai ke lubang-lubangnya sekali pun.

Jangan sampai Ladies haris terjebur ke dalam lubang yang ditutupi oleh genangan air tersebut.

7. Rem jauh

Berhenti di jalanan yang basah akan membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan jalan kering.

Jadi biasakan mulai menginjak rem saat jarak masih jauh untuk menghindari mobil tergelincir.

Hindari juga rem patah alias biasakan menginjak rem secara perlahan untuk menghindari kecelakaan.

Baca juga: Kondisi Chacha Sherly Eks Trio Macan Sebelum Meninggal Dunia, Tak Sadar Diri Usai Alami Kecelakaan

Kenali Fitur Penunjang Keselamatan pada Mobil Saat Musim Hujan

Training Director Safety Defensive Consultant Sony Susmana mengatakan, fitur-fitur tersebut hanya bersifat sebagai penunjang, belum tentu menyelamatkan.

Berikut beberapa fitur keamanan yang bermanfaat ketika musim hujan seperti sekarang.

-Antilock Braking System (ABS)
Fitur ini membantu pengemudi ketika harus mengerem mendadak untuk menghindari bahaya yang ada di depan. Fitur ini mencegah ban mengunci ketika pengemudi melakukan pengereman mendadak (hard braking)

Ketika ban mengunci, laju mobil tidak bisa dikendalikan dan punya potensi menabrak bahaya yang ada di depan. Dengan ABS, mobil yang melakukan hard braking tetap bisa bermanuver, karena posisi ban tidak terkunci.

Fitur ABS biasanya berdampingan dengan Electronic Brakeforce Distribution (EBD). EBD berfungsi untuk mendistirbusikan kekuatan rem ke empat roda.

Pasalnya, ketika mengerem beban mobil akan berpusat di depan dan fitur EBD membantu mendistribusikan kekuatan rem kepada empat roda lain sehingga pengereman menjadi maksimal.

-Traction Control System (TCS) dan Electronic Stability Control (ECS)
Kedua fitur ini memiliki fungsi yang hampir sama dengan ABS dan EBD yaitu menjaga kestabilan dan traksi ban mobil ketika berjalan lurus atau berbelok.

Baca juga: H+3 Hari Raya Natal, Volume Lalu Lintas di Jalur Puncak Lenggang

TCS dan ECS pada dasarnya membantu pengemudi untuk mengendalikan kendaraanya ketika kehilangan kendali dan mengatur traksi yang dimiliki oleh ban.

“ECS efektif bekerja pada saat kendaraan menikung atau ditikungan sedangkan TSC bekerja saat kendaraan lurus,” kata Sony.

Tetapi perlu diingat sekali lagi bahwa fitur tersebut tidak bisa membuat pengemudi terhindar dari kecelakaan, namun sebagai pembantu pengemudi untuk lebih mudah mengendalikan kendaraan.

“Fitur tersebut hanya bersifat membantu, bukan mencegah terjadinya kecelakaan. Jadi pengemudi tetap harus berhati-hari agar tidak terjadi kecelakaan,” ucap Sony.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved