Breaking News:

Abu Bakar Baasyir Bebas

Terungkap, Ini Alasan Penyekatan saat Abu Bakar Ba'asyir Pulang ke Solo : Belajar dari Kerumunan HRS

Kolonel Inf Rano Maxim Adolf Tilaar menyebut kasus kerumunan Habib Rizieq menjadi pembelajan tersendiri.

Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Agil Tri
Personel gabungan TNI Polri berjaga saat kepulangan Abu Bakar Ba'asyir di Ponpes Al-Mukmin Ngruki, Dukuh Ngruki RT 04 RW 17, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (8/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Danrem 074/Warastratama, Kolonel Inf Rano Maxim Adolf Tilaar buka suara ikhwal penyekatan simpatisan Abu Bakar Ba'asyir.

Diketahui jika 200 personel TNI menyekat simpatisan Abu Bakar Ba'asyir di beberapa pintu masuk Kota Solo, mulai dari Sukoharjo, Klaten, Sragen hingga Wonogiri.

Kolonel Inf Rano Maxim Adolf Tilaar menyebut kasus kerumunan Habib Rizieq menjadi pembelajan tersendiri.

Abu Bakar Ba'asyir keluar dari mobil setelah perjalanan dari Bogor di Pondok Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (8/1/2021).
Abu Bakar Ba'asyir keluar dari mobil setelah perjalanan dari Bogor di Pondok Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (8/1/2021). (TribunSolo.com/Istimewa)

Ia tak ingin kasus tersebut terjadi di Kota Solo saat kepulangan Abu Bakar Ba'asyir selepas dinyatakan bebas dari Lapas Gunung Sindur Bogor.

"Kita tidak mempermasalahkan siapa yang datang, warga negara yang baik tidak dihalang-halangi masuk suatu wilayah, namun kita membantu aparat untuk menghindari kerumunan," paparnya kepada TribunSolo.com, Jumat (8/1/2021).

"Mengapa? Karena kita bercermin kepada apa yang terjadi di Jakarta saat kepulangan HRS sehingga banyak pihak yang diminta pertanggungjawabanya," imbuhnya.

Apalagi, sambung Kolonel Inf Rano Maxim Adolf Tilaar kepulangan Abu Bakar Ba'asyir mempunyai potensi yang sama dengan kasus kerumunan Habib Rizieq Shihab.

Baca juga: Kesan Abu Bakar Baasyir saat Pertama Kali Menginjak Kota Solo: Ini Solo yang Baru

Baca juga: Bebas Setelah 9 Tahun Dipenjara, Abu Bakar Baasyir Kaget Begitu Lewat Kota Solo, Ada Flyover Baru

Mengingat terpidana kasus terorisme itu memiliki para pengikut dengan jumlah yang tak sedikit.

"Suprema lex esto, yang artinya keselamatan rakyat merupakan hukum yang tertinggi," paparnya.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved