Breaking News:

Cara Mengatasi Rasa Takut Naik Pesawat, Terapkan 8 Metode dari Ahli Kejiwaan Berikut Ini

Bagi kebanyakan orang yang takut naik pesawat, ada beberapa penyebab yang memicu rasa takut tersebut.

beer5020
Ilustrasi penumpang pesawat. 

TRIBUNSOLO.COM -- Sebagian orang menganggap perjalanan udara merupakan momok yang menakutkan.

Padahal, data menunjukkan bahwa jenis perjalanan tersebut tergolong yang paling aman.

Menurut sebuah laporan dalam jurnal Research in Transportation Economics, perjalanan udara cenderung lebih aman dalam hal risiko kematiannya, dibandingkan dengan moda transportasi lainnya, termasuk mobil, kapal feri, kereta bawah tanah, kereta api, dan bis.

Baca juga: Warga Sragen Jadi Korban Sriwijaya Air SJ-182, Keluarga Tahu dari Status WA: Pasang Foto Tiket

Baca juga: Ikut Rasakan Duka Keluarga Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air, Warga Solo Kirim Karangan Bunga

Bagi kebanyakan orang yang takut naik pesawat, ada beberapa penyebab yang memicu rasa takut tersebut.

Penyebab tersebut juga bisa merupakan kombinasi faktor.

Beberapa di antaranya seperti pengalaman penerbangan yang buruk atau traumatis seperti pesawat mengalami turbulensi, hingga kecemasan karena berada dalam pesawat adalah sesuatu yang berada di luar kontrol diri.

Ilustrasi penumpang duduk di dalam kabin pesawat terbang.
Ilustrasi penumpang duduk di dalam kabin pesawat terbang. (skift.com)

Rasa gelisah dan tidak nyaman ketika naik pesawat biasanya akan berakhir setelah penerbangan berakhir pula.

Namun, bagi sebagian orang rasa takut itu akan terus-menerus ada atau dikenal dengan istilah aviofobia.

Mereka yang memiliki aviofobia punya perasaan takut terbang yang lebih dari sekadar rasa tidak nyaman sesaat yang dialami kebanyakan orang.

Klaustrofobia atau rasa takut terhadap tempat sempit atau tertutup juga bisa memicu avifobia.

Halaman
1234
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved