Breaking News:

Modus Mengaku Polisi, Enam Pemilik Warung di Kebumen Kena Tipu, Order Lewat WhatsApp

Sejumlah warung di Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah menjadi korban penipuan

(KOMPAS.COM/DOK HUMAS POLRES KEBUMEN)
Order fiktif makanan yang diantar ke Mapolsek Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (9/1/2021). 

TRIBUNSOLO.COM - Sejumlah warung di Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah menjadi korban dari aksi penipuan.

Modusnya, pelaku mengaku sebagai anggota Polsek Petanahan memesan makanan dan minuman hingga pulsa ke sejumlah warung melalui WhatsApp.

Pelaku memesan di 2 warung bakso, 2 rumah makan, 1 warung jus dengan 2 nomor berbeda.

Kasubbag Humas Polres Kebumen Iptu Sugiyanto mengungkapkan, dalam sehari kurang lebih terdapat enam warung di Kecamatan Petanahan yang menjadi sasaran penipuan.

Baca juga: Polisi Cari Bukti Kasus Penipuan Arisan Online di Sragen, Total Kerugian Rp 1 Miliar

"Makanan-makanan itu, oleh korban diantar ke Polsek. Sabtu kemarin sudah ada enam korban yang lapor ke Polsek," kata Sugiyanto melalui keterangan resmi, Minggu (10/1/2021).

Berdasarkan laporan yang diterima, di warung Raja Bakso Petanahan, pelaku memesan 6 enam porsi bakso.

Kemudian di warung bakso samping Alfamart Petanahan, pelaku memesan tujuh porsi bakso.

Baca juga: Reaksi Orang Tua Pelaku Penipuan Arisan Online : Kaget, Selama Ini Anaknya Mengaku Bisnis Olshop

Sementara di warung makan timur Benteng Petanahan, pelaku memesan enam porsi nasi ayam.

Tak hanya itu, di warung Aneka jus di timur Benteng Petanahan pelaku juga memesan empat porsi jus alpukat dan pulsa Rp 100.000.

Kemudian di rumah makan Aloha Desa Karangduwur, pelaku memesan nasi ayam geprek lima porsi dan di warung Bu Mio, pelaku memesan delapan porsi ayam geprek.

Baca juga: Puluhan Ibu Muda di Semarang Jadi Korban Penipuan Arisan Online, Kerugian hingga Ratusan Juta Rupiah

Untuk meyakinkan para korbannya, kata Sugiyanto, pelaku menggunakan foto anggota polisi setempat sebagai profil WhatsApp.

Pelaku melakukan aksi tersebut menggunakan nomor telepon 081334749304 dan 081332835652.

"Jika tidak kenal, atau ada nomor asing yang pesan mengatasnamakan Polres ataupun Polsek, kami mengimbau untuk dicek kembali," imbau Sugiyanto. (Kompas.com / Fadlan Mukhtar Zain)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Enam Pemilik Warung Tertipu Pemesan yang Mengaku Polisi, Order Lewat WhatsApp Diantar ke Polsek".

Editor: Mardon Widiyanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved