Niat Hati Ingin Ketemu Ayah yang Kerja di Majene, Siswa SMP Meninggal Akibat Gempa M 6,2

Nasib nahas dialami Muh Fachrul Razi, siswa SMPN 2 Palopo meninggal dunia saat gempa di Sulawesi Barat, Jumat (15/1/21) dinihari.

(Basarnas)
Petugas Basarnas sedang mengevakuasi korban yang terjebak reruntuhan sebagai dampak gempa di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021) 

TRIBUNSOLO.COM - Nasib nahas dialami Muh Fachrul Razi, siswa SMPN 2 Palopo meninggal dunia saat gempa di Sulawesi Barat, Jumat (15/1/21) dinihari.

Hal tersebut pertama kali disampaikan guru karate korban, Raslim melalui grup WA.

Baca juga: Beredar Video Anak Terjebak di Reruntuhan Gempa Sulbar, Badan Tertimbun Sampai Kepala

Korban ternyata pergi ke Majene karena hendak bertemu sang ayah.

"Warga Palopo yg meninggal akibat gempa di Majene, almarhum kebetulan berlibur ke sana karena ayahnya tugas di Kodim Majene," tulis Raslim Jumat (15/1/21) pukul 18.50 Wita.

Terpisah, Kepala SMPN 2 Palopo, Suwarnita Sago Gani yang dikonfirmasi membenarkan hal itu.

“Iye siswaku ini, dia hanya mau ketemu bapaknya saja, karena selama ini bapaknya ditugaskan di Majene,” sebutnya.

 

Menurut informasi yang dihimpun tribunpalopo.com, mayat korban sudah tiba sore tadi di kediamannya di Jl Pepabri Kecamatan Bara Kota Palopo.

Rencananya akan dimakamkan besok, di kampung halaman ibunya di Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara.

Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa susulan terus mengguncang wilayah Sulawesi Barat (Sulbar).

Hingga malam ini dilaporkan sudah 31 kali gempa susulan pasca gempa 6,2 SR pada Jumat (15/1/2021).

"Terakhir tadi ada tiga gempa yang tercatat. Iya (totalnya sudah 31 gempa susulan, " Kata Prakirawan BMKG Stasiun II Majene, Hadi Nur Rohman, Jumat (15/1/2021) malam.

BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menempati hunian yang sudah mengalami kerusakan, walaupun itu kerusakan ringan berupa retak retak kecil.

Warga disarankan untuk mengungsi ditempat tempat terbuka.

Bagi masyarakat yang berada dipesisir pantai, jika merasakan kembali goncangan yang sangat kuat, segera melakukan evakuasi mandiri mencari tempat tempat ketinggian

Gempabumi yang terjadi saat ini merupakan kejadian gempabumi yang sumber gempabuminya berada didarat.

Jika terjadi goncangan yang sangat kuat di pesisir pantai, akan memungkinkan terjadinya longsoran bawah laut.

Longsoran bawah laut tersebut yang akan memicu terjadinya tsunami.

"Tapi sebatas potensi, kapan terjadinya gempanya itu tidak ada yang tahu kepastiannya, " Ujarnya.

Beredar Video Anak Terjebak di Reruntuhan Gempa Sulbar, Badan Tertimbun Sampai Kepala

Berdasarkan data Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah IV Makassar mencatat, telah terjadi 28 kali gempa bumi di Sulawesi Barat sejak Kamis (14/1/2021).

Baca juga: Sudah 28 Kali Gempa Guncang Sulbar, 3 Orang Meninggal Dunia dan 24 Luka-luka, Ribuan Warga Mengungsi

Beberapa bangunan, mulai dari rumah warga, rumah sakit hingga Kantor Gubernur rusak parah akibat gempa yang berpusat di Majene tersebut.

Dilansir TribunWow.com, beredar sebuah video viral yang menunjukkan seorang anak perempuan terjebak di dalam reruntuhan rumahnya.

Kantor Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) tampak rusak parah akibat gempa bumi dengan magnitudo 6,2 SR pada Jumat (15/1/2021) pukul 02.28 Wita. Ini merupakan gempa susulan, sebelumnya gempa terjadi pada Kamis.
Kantor Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) tampak rusak parah akibat gempa bumi dengan magnitudo 6,2 SR pada Jumat (15/1/2021) pukul 02.28 Wita. Ini merupakan gempa susulan, sebelumnya gempa terjadi pada Kamis. (HO/ Tribun Timur)

Kejadian itu terjadi di Jalan KS Tubun III, Mamuju, Sulbar.

Perempuan yang mengaku bernama Angel ini masih dalam kondisi hidup dan masih bisa diajak berkomuniasi.

Hanya terlihat bagian kepala, dirinya berharap segera mendapatkan pertolongan.

Tidak sendirian, terdapat orang lain yang kemungkinan anggota keluarga juga mengalami nasib sama di sebelah Angel.

Mereka terlihat tidak bisa bergerak sama sekali lantaran terjebit puing-puing bangunan.

"Siapa nama kau dek?," kata warga yang merekam.

"Angel," jawab Angel.

"Masih ada suaranya tapi susah ini," terangnya.

"Sabar dek," pinta warga.

Namun apa daya, warga yang merekam termasuk warga lain di lokasi sekitar tidak bisa berbuat banyak.

Dirinya mengeluhkan parahnya reruntuhan untuk bisa menyelematkannya.

Hingga berita ini diturunkan, belum bisa dipastikan kondisi dari dua anak tersebut.

Baca juga: Kantor Gubernur Sulbar Ambruk Dampak Gempa Susulan 6,2 SR di Majene, Ratusan Warga Pilih Mengungsi

Kantor Gubernur hingga RS Rusak Parah, Ada yang Terjebak Reruntuhan

Gempa bumi dengan kekuatan 5,9 SR mengguncang wilayah Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat (15/1/2021).

Gempa berpusat di wilayah Majene, tepatnya di lokasi 2.98 LS,118.94 BT (6 km TimurLaut MAJENE-SULBAR),di kedalaman 10 Km.

Tidak hanya gempa utama, gempa susulan juga tercatat beberapa kali terjadi, termasuk yang lebih besar yakni mencapai 6,2 SR.

Akibatnya, sejumlah warga yang merasakan guncangan gempa tersebut berhamburan keluar untuk mencari tanah lapang guna menyelamatkan diri.

Termasuk yang dilakukan sejumlah warga di Mamuju, Mamuju Tengah, Mamuju Utara, Polewali Mandar, Pinrang, Pare-pare, Mamasa, Makassar dan Gowa.

Dilansir TribunWow.com, beberapa video banyak beredar yang menggambarkan kondisi pasca gempa.

Video tersebut merupakan hasil rekaman amatir dari masyarakat.

Terlihat bangunan-bangunan tidak dalam kondisi normal, dan bahkan banyak yang ambruk, termasuk terjadi pada Rumah Sakit Mitra dan Hotel Matos di Mamuju.

"Gempa menghancurkan Rumah Sakit Mitra. Enam orang katanya terjebak di dalam, dua orang perawat, dua orang pasien, dan keluarga pasien," ucapnya.

Sementara itu dikutip dari TribunTimur.com, dari video rekaman di Kantor Gubernur Sulawesi Barat menujukkan kondisi kerusakan cukup parah.

"Kantor Gubernur Sulbar ambruk. Hancur. Alhamdulillah masih diberi keselamatan. Hotel Matos (Mamuju), hancur), ujar seorang warga yang saat itu sempat merekam.

Baca juga: Gempa M 4,5 Goyang Pantai Bayah Banten Kamis Pagi, Sejumlah Warga Panik

Warga Mengungsi Takut Tsunami

Pasca gempa tersebut, beberapa warga pesisir di Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene mulai mengungsi.

Ratusan warga bertahan di tenda pengungsian di daerah perbukitan.

Kondisi tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majene, Sirajuddin.

Menurutnya tercatat ada sekitar 200 warga yang memilih tidak kembali ke rumahnya.

"Mereka ketakutan adanya info tsunami, " kata Sirajuddin ditemui di kantornya.

Meski begitu, Sirajuddin memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan sudah diinformasikan kepada masyarakat. 

(Tribun Timur/Arwin Ahmad, Nurhadi)

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Liburan ke Rumah Ayahnya di Kodim Majene, Siswa SMPN 2 Palopo Meninggal Saat Gempa dan  Sudah 31 Kali Gempa Susulan Guncang Sulawesi Barat

Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved